Ntvnews.id, Jakarta - PT Pertamina (Persero) melalui Direktur Eksplorasi Dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy, Edwil Suzandi menegaskan kesiapannya untuk mengelola sumber daya geothermal sebagai energi baru terbarukan untuk menggantikan ketergantungan kepada energi fosil.
Hal itu disampaikan Edwil saat hadir sebagai pembicara dalam forum diskusi Nusantara Energy Forum 2026 yang digelar Nusantara TV di Nusantara Hall NT Tower Jakarta, Kamis (24/4/2026). Diskusi juga menghadirkan tiga pembicara lainnya Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto, Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Yudistian Yunus dan Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) Anggawira.
Turut hadir Presiden Komisaris NT Corp, Direksi Nusantara TV Dimpos Tampubolon, Randy Tampubolon dan Tommy William Tampubolon.
"Jadi yang pasti yang pertama itu kami dari industri, dari energi baru-terbarukan, geothermal. Kita semua memahami bahwa geothermal itu hari ini adalah energi listrik yang bisa dijadikan baseload. Jadi hari ini di Indonesia itu yang jadi baseload itu adalah energi fosil. Geothermal yang akan bisa jadi baseload," ujar Edwil.
Edwil menyebut Indonesia memiliki cadangan geothermal terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat.
Forum diskusi Nusantara Energy Forum 2026 yang digagas Nusantara TV
Lantas sejauh mana kesiapan untuk mengelola anugerah geothermal yang dimiliki Indonesia sebagai energi baru terbarukan?
Edwil menyampaikan Indonesia dan khususnya Pertamina sendiri sudah memiliki pengalaman panjang dalam mengelola geothermal di Indonesia. Lebih 40 tahun.
"Yang terpasang hari ini, geothermal yang terpasang install kapasitasnya sudah sangat besar. Kalau kita ambil ekuivalennya, satu gigawatt geothermal terpasang itu ekuivalen dengan lebih kurang itu 12 juta sampai 13 juta barrel oil ekuvalen per tahun," paparnya.
"Jadi artinya apa? Dengan kesiapan kita mengembangkan energi yang berbasis, energi baru terbarukan yang bisa menjadi baseload, dan juga yang paling utama adalah berasal dari diri kita sendiri, tentunya berapa banyak kita bisa mengembang," imbuhnya.
Menurut Edwil, Indonesia sudah siap dalam mengantisipasi dampak krisis Timur Tengah. Dengan install kapasitas dari energi baru terbarukan yang sudah dikerjakan makanya Indonesia tidak akan sampai suffer (menderita) berdarah-darah di dalam pemenuhan energinya seperti yang dialami sejumlah negara di dunia saat ini.
"Jadi kita sangat siap. Dan hari ini di dalam pelaku industri energi baru terbarukan khususnya geothermal, kami sudah mulai melakukan eksplorasi, memvalidasi berapa besar cadangan yang kami miliki, dan sudah mulai menghitung proyek-proyek yang inline dengan rencana umum tenaga kelistrikan yang menjadi target dari pemerintah kita. 5 tahun ke depan targetnya sebesar 5 gigawat, dan kami tentunya sangat siap untuk ke arah sana," pungkasnya.
Direktur Eksplorasi Dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Edwil Suzandi di Nusantara Energy Forum 2026