Ntvnews.id,
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto menyampaikan bahwa penyaluran tersebut telah menjangkau 610 debitur, dengan rincian Rp174,4 miliar dari sisi supply dan Rp84,5 miliar dari sisi demand.
"Capaian ini mencerminkan komitmen BRI dalam mendukung program perumahan nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia," jelasnya.
Menurut Aris, tingginya realisasi penyaluran KPP mencerminkan besarnya kebutuhan hunian di Papua yang terus berkembang.
Baca Juga: KPK Periksa Pegawai DJP Terkait Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakut
“BRI melihat potensi permintaan di wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua, masih sangat besar. Karena itu kami terus mengoptimalkan penyaluran dengan pendekatan sesuai karakteristik wilayah serta memperkuat kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Aris saat sosialisasi KPP, FLPP, dan PNM Mekaar di Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Kota Sorong.
Ia menjelaskan bahwa pembiayaan melalui KPP tidak hanya membantu masyarakat memperoleh hunian layak, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah, terutama pada sektor konstruksi dan UMKM.
Distribusi penyaluran KPP di Papua didominasi oleh Provinsi Papua sebesar 28,03 persen, diikuti Papua Barat 16,76 persen, Papua Tengah 14,76 persen, serta Papua Selatan 13,83 persen.
Sisanya tersebar di Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya.
Secara nasional, BRI mencatat penyaluran KPP telah mencapai Rp7,89 triliun kepada 55.624 debitur atau setara 98,73 persen dari target Rp8 triliun pada 2026.
"Capaian tersebut menempatkan BRI sebagai bank dengan kontribusi penyaluran KPP terbesar secara nasional, yakni 58,30 persen," ujarnya.
Selain KPP, BRI juga aktif menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah di sektor perumahan.
Hingga April 2026, BRI telah menyalurkan 9.229 unit FLPP dengan total nilai mencapai Rp16,9 triliun kepada sekitar 123 ribu debitur.
Menurut Aris, skema pembiayaan tersebut semakin terjangkau bagi masyarakat karena menawarkan suku bunga rendah, yakni sekitar 5 persen per tahun untuk FLPP dan 6 persen per tahun untuk KPP.
Baca Juga: KPK Ungkap Kepala KPP Madya Banjarmasin Gunakan Uang Korupsi untuk DP Rumah
Ia menambahkan bahwa jaringan layanan BRI yang luas hingga ke pelosok menjadi kekuatan utama dalam memperluas akses pembiayaan perumahan, termasuk di wilayah terpencil di Papua.
“Melalui kolaborasi dengan pemerintah, BP Tapera, dan pengembang, kami memastikan penyaluran berjalan merata dan berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat memiliki rumah layak,” katanya.
Aris berharap penyaluran KPP dan FLPP dapat terus ditingkatkan untuk memperluas akses hunian bagi MBR sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Papua.
(Sumber: Antara)
Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto saar menghadiri sosialisasi kolaborasi program pembiayaan perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat di Kota Sorong, Senin (27/4/2026)(ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu)Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto saar menghadiri sosialisasi kolaborasi program pembiayaan perumahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat di Kota Sorong, Senin 27 April 2026, (ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu). (Antara)