A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Peluang Ekspor Besar, Indonesia Bidik Pasar Kelapa hingga 3 Miliar Butir ke China - Ntvnews.id

Peluang Ekspor Besar, Indonesia Bidik Pasar Kelapa hingga 3 Miliar Butir ke China

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Apr 2026, 08:10
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara (kiri) menghadiri sesi doorstop bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani (kedua dari kiri) dan Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong (kanan) usai peluncuran buku Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara (kiri) menghadiri sesi doorstop bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani (kedua dari kiri) dan Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong (kanan) usai peluncuran buku (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mengekspor hingga tiga miliar butir kelapa per tahun ke pasar China.

"Kelapa itu kebutuhannya 4 miliar butir (per tahun) di Tiongkok (China), tapi mereka hanya mampu dari yang mereka miliki di Provinsi Hainan itu hanya 1 miliar butir, jadi masih ada gapnya 3 miliar butir," ucapnya di Jakarta, Selasa.

"Ini potensi luar biasa yang kita bisa kembangkan," lanjut Iftitah.

Selain kelapa, ia juga menyoroti komoditas agrikultur lain seperti durian, kopi, dan cokelat yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai produk ekspor unggulan Indonesia.

Menurutnya, permintaan durian di pasar China sangat tinggi, namun nilai ekspor durian Indonesia masih relatif kecil dan belum mencapai Rp1 triliun per tahun.

Baca Juga: Kawasan Transmigrasi Salor Merauke Dilirik Peneliti China untuk Pengembangan Pertanian

Padahal, lanjutnya, potensi pasar durian di negara tersebut bisa mencapai kisaran Rp120 triliun hingga Rp137 triliun setiap tahunnya.

"Sementara di Sulawesi Tengah, menurut penuturan kepala daerah dan gubernur setempat, itu tadinya (hasil panen) durian itu melimpah, tidak tahu mau dijual ke mana," kata Iftitah.

Ia menilai kondisi ini menjadi peluang besar bagi masyarakat di kawasan transmigrasi, khususnya di Sulawesi Tengah, untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan komoditas tersebut.

Perbedaan harga yang signifikan antara pasar lokal dan ekspor juga menjadi faktor penting. Di daerah asal, durian hanya dihargai sekitar Rp4.000 hingga Rp5.000, sementara harga ekspor dapat mencapai Rp25.000.

"Otomatis peningkatan pendapatan (masyarakat) akan signifikan (berdampak) dengan penurunan angka kemiskinan," ujar Iftitah.

Untuk mendukung pengembangan komoditas tersebut, Kementerian Transmigrasi berencana membangun koridor ekonomi yang menghubungkan wilayah Poso, Sigi, hingga Parigi Moutong di Provinsi Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Ekonom Global: Ekonomi Indonesia Sehat, Jadi Modal Kuat Genjot Pertumbuhan hingga 6%

Melalui pembangunan koridor ini, pemerintah juga akan mendorong industrialisasi serta hilirisasi produk perkebunan, sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Iftitah memastikan bahwa pengembangan kawasan tersebut akan dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku, dengan status lahan yang jelas dan tidak bermasalah.

"Tentu saja pembukaan lahan (untuk pengembangan koridor ekonomi tersebut) juga selalu akan berada di dalam HPL (hak pengelolaan lahan transmigrasi) dan tidak merusak lingkungan," imbuh Iftitah.

(Sumber: Antara)

x|close