Ntvnews.id, Jakarta - Dosen Program Studi Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), Dian Luthfiana Sufyan, membawa pulang wawasan global setelah mengikuti SDG Alumni Project 2026 di Jerman. Program bergengsi yang diperuntukkan bagi alumni beasiswa Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) ini menjadi ajang peningkatan kapasitas sekaligus pertukaran gagasan terkait pengembangan rantai nilai pangan organik yang dinilai relevan untuk masa depan Indonesia.
Kegiatan bertema sustainable organic value chains tersebut berlangsung pada 7–19 Januari 2026 dan mempertemukan alumni DAAD dari berbagai negara Global South, mulai dari Asia Tenggara, Asia Selatan, Amerika Selatan, hingga Afrika. Para peserta datang dengan latar belakang keilmuan dan profesi yang beragam, menciptakan ruang diskusi yang kaya perspektif tentang sistem pangan berkelanjutan.
“Saya terlibat sebagai salah satu peserta dari Indonesia mewakili UPNVJ setelah melalui proses seleksi oleh host university di Jerman, yaitu Universität Kassel,” ujar Dian saat diwawancarai tim humas di Jakarta. Saat ini, ia juga tengah menempuh studi doktoral (PhD) di Human Nutrition Department, University of Glasgow, Inggris, dengan riset yang berfokus pada regulasi konsumsi energi, perilaku jajanan balita, serta kaitannya dengan stunting.
Selama minggu pertama di Kota Witzenhausen, Dian mengikuti rangkaian seminar, workshop, dan kunjungan lapangan yang menyoroti sistem pangan berkelanjutan, strategi pemasaran produk organik, serta penguatan value chains. Peserta juga mengunjungi Upländer Bauern Molkerei, koperasi yang berdiri sejak 1898 dan dikenal sebagai produsen susu organik regional berkualitas tinggi. Kunjungan berlanjut ke Naturkost Elkershausen, perusahaan grosir yang memasok beragam produk pangan organik mulai dari buah, sayur, hingga minuman.
Baca Juga: Terpopuler: Barba Bertahan di Persib Bandung, Jerman Boikot Piala Dunia 2026
Memasuki minggu kedua, peserta bertolak ke Berlin untuk menghadiri Global Forum for Food and Agriculture (GFFA) serta pameran internasional International Green Week (Grüne Woche). Pada 2026, GFFA mengangkat tema “Air” sebagai isu strategis dalam kebijakan pangan dan pertanian global. Forum tersebut turut menghadirkan Retno Marsudi sebagai utusan khusus PBB untuk bidang air, yang menyerukan pentingnya pendekatan terpadu antara pengelolaan air dan sektor pertanian.
Dian menilai pengalaman tersebut menegaskan bahwa masa depan sistem pangan dunia harus dibangun di atas prinsip keberlanjutan. Di Jerman, produk organik bahkan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. “Label ‘bio’ tidak lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan,” ungkapnya.
Namun, ia juga menyoroti sejumlah tantangan dalam pengembangan pangan organik di Indonesia, mulai dari harga produk yang relatif tinggi, rendahnya kesadaran konsumen, hingga mahalnya biaya produksi dan sertifikasi. Meski begitu, peserta dari Asia Tenggara sepakat ada tiga langkah kunci yang perlu diperkuat: pemberian insentif bagi petani organik, peningkatan edukasi konsumen, serta penguatan rantai nilai, infrastruktur, dan sistem sertifikasi.
Bagi UPNVJ yang mengusung identitas sebagai Kampus Bela Negara, partisipasi dalam program internasional ini semakin menegaskan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), memperluas jejaring global, serta mengintegrasikan isu keberlanjutan dalam pelaksanaan tridharma.
Dian berharap, pengalaman yang ia peroleh dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika dan para pemangku kepentingan di Indonesia untuk bersama-sama membangun sistem pangan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan berkeadilan — sebuah langkah penting menuju ketahanan pangan nasional di masa depan.
Baca Juga: Isi Surat Wasiat Mahasiswi Unima yang Tewas, Diduga Trauma Dilecehkan Dosen
Mendikdasmen dan Wamen PPPA tinjau program cek kesehatan gratis di SMP IPEKA Sunter (NTVNews)
Dosen UPNVJ Bawa Pulang Inspirasi Sistem Pangan Berkelanjutan dari Jerman (DOK)