Ntvnews.id, Tokyo - Perusahaan minyak asal Jepang, Taiyo Oil, mengumumkan akan kembali menerima pengiriman bahan baku minyak dari proyek Sakhalin-2. Langkah ini dilakukan atas permintaan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, setelah sebelumnya menghentikan pembelian minyak Rusia pada 2022.
“Kami menerima permintaan dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (Jepang) untuk menerima minyak tersebut seperti yang kami lakukan tahun lalu. Kami diberi tahu bahwa impor menggunakan kapal tanker ini tidak dikenakan sanksi,” kata juru bicara perusahaan kepada surat kabar Jepang Sankei Shimbun, dikutip Minggu, 3 Mei 2026.
Sementara itu, harian Nikkei melaporkan bahwa pengiriman tersebut merupakan pembelian spot minyak yang diproduksi dari proyek Sakhalin-2 di Rusia.
Minyak yang didatangkan disebut merupakan jenis minyak mentah ringan Sakhalin Blend yang biasa digunakan untuk memproduksi bahan bakar diesel dan nafta.
Baca Juga: Jay Idzes Ternyata Punya Banyak Penggemar di Jepang
Di sisi lain, Agency for Natural Resources and Energy menyebut minyak Rusia masih memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi Jepang, meskipun volume impornya terbatas.
“Di tengah memburuknya situasi di Timur Tengah, meskipun volumenya kecil, minyak Rusia juga penting untuk menjaga pasokan energi yang stabil. Kami berkoordinasi dengan Amerika Serikat dan memastikan bahwa impor dari proyek Sakhalin-2 tidak menimbulkan risiko sanksi,” kata juru bicara badan tersebut, seperti dikutip oleh Sankei.
Jepang sebelumnya menghentikan pembelian rutin minyak Rusia setelah pecahnya konflik di Ukraina. Namun demikian, negara tersebut masih sesekali melakukan impor dalam jumlah kecil dari proyek Sakhalin-2.
Pada musim panas tahun lalu, kilang milik Taiyo Oil diketahui mengimpor sekitar 600 ribu barel minyak Sakhalin Blend. Pengiriman itu menjadi impor pertama sejak 2023.
Bendera Jepang (Antara)