Kemhan: DCA RI-Jepang Tidak Mencakup Pembelian Alutsista

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mei 2026, 12:04
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Sejumlah anggota TNI melakukan simulasi pertempuran saat gladi bersih Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Udara (Lanud) Suparlan Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (8/8/2025). ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz. Ilustrasi - Sejumlah anggota TNI melakukan simulasi pertempuran saat gladi bersih Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Udara (Lanud) Suparlan Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (8/8/2025). ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan bahwa kesepakatan Defence Cooperation Arrangement (DCA) dengan Jepang tidak mencakup pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan RI, Rico Ricardo Sirait, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan spesifik terkait pengadaan alutsista dalam kerja sama tersebut.

"Belum ada kesepakatan spesifik terkait pengadaan tertentu," kata Rico saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa kedua negara saat ini lebih memprioritaskan kerja sama di bidang strategis, seperti pengembangan teknologi militer dan penguatan pertahanan maritim.

Baca Juga: BRIN Dorong Sinergi Riset Alutsista guna Perkuat Teknologi Pertahanan Nasional

Menurutnya, fokus kerja sama tersebut dinilai menguntungkan Indonesia karena dapat meningkatkan kemampuan teknologi alutsista dalam negeri sekaligus memperkuat pengawasan wilayah laut kedua negara.

Meski demikian, Rico tidak menutup kemungkinan adanya kerja sama pengadaan alutsista di masa mendatang, selama tetap mengedepankan kepentingan nasional.

"Seluruh potensi kerja sama tetap mengedepankan amanah konstitusi, kepentingan nasional, serta kontribusi terhadap stabilitas kawasan," kata Rico.

Baca Juga: Prabowo Pimpin Rapat Terbatas di Hambalang Bahas Pendidikan hingga Pertahanan

Sebelumnya, sejumlah poin kerja sama dalam DCA telah disepakati antara Indonesia dan Jepang, meliputi pengembangan teknologi alutsista, pertukaran personel, pendidikan dan penelitian militer, latihan bersama, keamanan maritim, hingga penanggulangan bencana.

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, pada Senin, 4 Mei 2026.

(Sumber: Antara)

x|close