KSP Dudung Tanggapi Pernyataan Rizieq Shihab Soal Jenderal Baliho

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mei 2026, 13:59
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala KSP Dudung Abdurachman Kepala KSP Dudung Abdurachman (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman memberikan tanggapan atas pernyataan yang disampaikan oleh Rizieq Shihab terkait isu “Jenderal Baliho”.

Dudung menilai bahwa seorang ulama seharusnya berperan menyejukkan suasana, bukan justru menyampaikan hal-hal yang berpotensi memicu konflik.

"Tapi artinya bahwa menurut saya bahwa Pak Rizieq, ya, sudah tualah, sudah sama-sama tua. Ya marilah kita bangun bangsa ini dengan keteduhan, dengan tidak memprovokasi," ujar Dudung di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.

Ia juga menilai gaya komunikasi Rizieq tidak banyak berubah. Dalam pandangannya, seorang ulama ideal memiliki sikap yang menenangkan dan menjaga etika dalam bertutur maupun bersikap.

"Kalau dikatakan sebagai ulama, ulama itu yang selalu meneduhkan, ya. Berpikir jernih, matanya tidak pernah merendahkan orang lain, mulutnya tidak menjelekkan orang lain, hatinya juga dia tidak berprasangka buruk kepada orang lain, dan tangannya juga tidak dikotori dengan hal-hal yang tidak baik," tuturnya.

Baca Juga: Prabowo Minta Dudung Cek Dugaan Insentif Dapur pada MBG yang Disetop

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu turut mengingatkan pentingnya menjaga sikap demi persatuan bangsa, terutama di tengah kondisi global yang dinilai tidak mudah.

"Makanya jaga mata, jaga hati, dan jaga mulut. Ya inilah maksud saya, kita sama-sama anak bangsa yang situasi ini juga tidak baik masalah ekonomi, masalah politik, masalah hukum," tambah Dudung.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu yang dapat memecah belah, seraya menilai bahwa publik sudah cukup bijak dalam menyikapi informasi.

"Yang penting rakyat Indonesia tetap tidak terpengaruh dengan hal-hal seperti itu. Itu hanya segelintir orang-orang yang dari dulu selalu mencoba untuk mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa," pungkasnya.

Sebelumnya, Rizieq menyoroti pernyataan Presiden Prabowo yang meminta para pengkritiknya untuk pergi ke Yamen. Ia menduga pernyataan tersebut dipengaruhi oleh sosok yang disebutnya sebagai “Jenderal Baliho”.

"Gara-gara apa tuh itu? Punya teman jelek Saudara. Satu tahun setengah presiden kita enggak pernah ngomong begitu, kenapa hari ini dia mengatakan begitu?" kata Rizieq.

"Kalau dulu ada menteri segala urusan nyebut ngusir (ke) luar negeri kalau mau protes-protes. Presiden kita minta nasihat, tahu-tahu ngomongnya sama, pergi ke luar negeri. Sekarang ada tambahan malah pergi ke Yaman. Dari mana nih kata Yaman keluar saudara?" Katanya.

"Eh ternyata ada sebabnya, lagi ada Jenderal Baliho yang udah lama enggak dipakai saudara. Udah diparkir, eh tahu-tahu kemarin dipanggil ke Istana, diangkat menjadi Penasihat Presiden Bidang Pertahanan Nasional, dilantik lagi saudara,"katanya.

Sebagai informasi, istilah “Jenderal Baliho” merujuk pada peristiwa saat Dudung menjabat sebagai Pangdam Jaya dan memerintahkan penurunan baliho Rizieq pada 2020, ketika organisasi Front Pembela Islam (FPI) telah dibubarkan pemerintah.

x|close