Ntvnews.id
"Kami bersama Pak Wamen, Pak Sekjen, akan silaturahmi ke KPK untuk meminta nasihat, minta masukan. Sekaligus juga kita akan memberikan informasi tentang proses-proses pengadaan di lingkungan Kementerian Sosial," kata Saifullah Yusuf di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.
Pertemuan tersebut awalnya direncanakan berlangsung pada Kamis, namun kemudian dijadwalkan ulang menjadi Jumat pagi, 8 Mei 2026.
Mensos mengaku belum mengetahui apakah dirinya akan bertemu langsung dengan pimpinan KPK dalam audiensi tersebut.
"Rencananya hari ini, tapi ditunda besok pukul 10.00. Ya nanti lihat besok," kata Saifullah Yusuf.
Baca Juga: Mensos Saifullah Yusuf: Tahun Ini 166 Sekolah Rakyat Beroperasi di Seluruh Indonesia
Ia menegaskan pihaknya siap terbuka dalam memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan KPK, termasuk terkait proses pengadaan barang dan jasa yang sudah dilakukan maupun yang saat ini masih berjalan di lingkungan Kementerian Sosial.
Salah satu materi yang akan dijelaskan kepada KPK adalah mengenai pengadaan barang untuk kebutuhan Program Sekolah Rakyat.
Saifullah Yusuf memastikan bahwa seluruh proses pengadaan sepatu bagi siswa Sekolah Rakyat melalui APBN Tahun Anggaran 2025 dan 2026 telah dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku, secara profesional, transparan, dan mengikuti pagu anggaran yang telah ditentukan.
"Tentu melalui prosedur yang telah ditetapkan. Mekanisme pengadaan. Penanggung jawabnya adalah PPK atau Pokja. Proses dilalui dan pemenangnya tentu yang paling murah dan memenuhi standar yang telah ditetapkan," kata dia.
Ia juga menekankan bahwa penetapan harga dilakukan melalui tahapan survei pasar serta konsultasi sebelum ditentukan sebagai pagu anggaran.
Sementara itu, pemenang tender dipilih berdasarkan penawaran harga paling kompetitif yang tetap memenuhi spesifikasi dan standar teknis yang dipersyaratkan.
(Sumber: Antara)
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. ANTARA/Anita Permata Dewi (Antara)