Ntvnews.id, Semarang - Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat mengungkapkan adanya rencana memperpanjang masa kredit perumahan hingga 30 tahun untuk memudahkan masyarakat dalam memiliki rumah.
Ketua Umum DPP Himperra Ari Tri Priyono mengatakan kebijakan tersebut saat ini tengah dikoordinasikan di tingkat pusat agar tenor angsuran rumah tidak lagi terbatas 20 tahun.
"Sudah ada kebijakan kami di pusat, terus berkoordinasi untuk membuat angsuran itu tidak lagi 20 tahun, tapi nanti bisa sampai 30 tahun," kata Ari usai pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 Himperra Jawa Tengah di Semarang pada Kamis, 07 Mei 2026.
Menurut dia, kebijakan tersebut dirancang untuk memudahkan masyarakat membeli rumah karena masa kredit yang lebih panjang membuat cicilan bulanan menjadi lebih ringan.
"Jadi nanti bisa di bawah Rp1 juta untuk angsuran FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan). Ini sedang terus dimatangkan. Ditunggu saja, masih OTW (on the way)," katanya.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Survei 10 Kota Baru untuk Percepatan Perumahan Rakyat
Ari menjelaskan langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengejar target pembangunan 350.000 rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada tahun 2026.
"Kami berharap 350.000 rumah tercapai tahun ini. Tahun lalu kan sudah 280.000-an rumah. Tinggal 60.000-an rumah lagi. Insya Allah tercapai tahun ini," katanya.
Selain rumah bersubsidi, Himperra juga mengusulkan agar pemerintah mulai menyasar kalangan milenial dalam program kepemilikan rumah.
"Milenial, orang-orang yang enggak mau mungkin tinggal di FLPP (rumah bersubsidi). Penghasilannya juga sudah lumayan, di atas Rp5 juta, Rp8 juta, Rp10 juta. Tapi, enggak mau (beli rumah) yang jauh gitu," katanya.
Ia menyebutkan kalangan milenial umumnya mencari rumah dengan harga sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta, berbeda dengan rumah FLPP yang harga maksimalnya dipatok Rp166 juta.
Baca Juga: BNI Mantapkan Peran di Program Perumahan, Siap Salurkan 17.356 KPR FLPP pada 2026
Menurut dia, pemerintah saat ini juga tengah menggodok kebijakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menengah untuk menjawab kebutuhan tersebut.
"Memang (bunganya) tidak 5 persen seperti FLPP. Mungkin sekitar 7-8 persen. Mungkin juga bukan bebas BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), tapi separuhnya," katanya.
Ari menilai skema tersebut dapat menarik minat keluarga muda karena tetap memberikan cicilan yang relatif terjangkau.
Sementara itu, Ketua DPD Himperra Jawa Tengah Sugiyatno mengatakan Jawa Tengah menyumbang sekitar 24.000 rumah dari target nasional 350.000 unit rumah pada tahun lalu.
"Kalau kontribusi Himperra Jateng sekitar 9.800 unit, berarti ada 40 persen kami berkontribusi terhadap pengadaan rumah FLPP di Jateng. Harapannya, tahun ini meningkat dua kali lipat," katanya.
(Sumber: Antara)
Ketua Umum DPP Himperra Ari Tri Priyono, didampingi Ketua DPD Himperra Jawa Tengah Sugiyatno, bersama Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, saat pembukaan Rakerda Himperra Jateng, di Semarang, Kamis 7 Mei 2026. (ANTARA/Zuhdiar Laeis) (Antara)