Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengajak seluruh anggota Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) memperkuat kerja sama dengan pemerintah guna mendorong sektor pariwisata Indonesia yang berkualitas, kompetitif, dan berkelanjutan.
"Kita harus dukung ASITA, kita harus berjalan bersama ASITA. Itu pesan beliau kepada saya. Karena ASITA ini adalah mitra strategis dari pemerintah," kata Ni Luh dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.
Saat membuka Rakernas II ASITA 2026 di Makassar, Kamis, 7 Mei 2026, Ni Luh menegaskan pentingnya peran ASITA dalam menyusun paket wisata yang kompetitif sekaligus memanfaatkan berbagai stimulus pemerintah untuk mendukung pertumbuhan industri pariwisata nasional.
Baca Juga: Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026 di Tengah Tekanan Global
Menurut dia, sebagai asosiasi biro perjalanan wisata tertua di Indonesia, ASITA memiliki posisi strategis bukan hanya dalam promosi dan penjualan paket wisata, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam memberikan masukan serta kritik yang konstruktif terhadap kebijakan pariwisata nasional.
Ni Luh juga memaparkan sejumlah langkah strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan global, termasuk tingginya harga tiket pesawat yang berdampak terhadap mobilitas wisatawan.
Ia menyebut pemerintah, atas arahan Presiden, telah mengeluarkan sejumlah stimulus seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah sebesar 100 persen, penetapan surcharge sebesar 38 persen, hingga pembebasan bea masuk onderdil pesawat sebesar 0 persen guna membantu menekan harga tiket penerbangan.
Selain itu, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia juga melakukan penyesuaian strategi promosi dengan mengalihkan fokus pasar ke kawasan Asia dan Asia Pasifik, serta memperkuat pasar medium haul dan short haul.
Strategi tersebut dinilai sesuai dengan tren global saat ini, di mana wisatawan cenderung memilih destinasi yang lebih dekat, lebih hemat biaya, dan memiliki waktu perjalanan yang lebih singkat.
Ni Luh turut mengingatkan seluruh pelaku industri pariwisata, khususnya biro perjalanan wisata, agar memastikan seluruh produk wisata yang dipasarkan berasal dari usaha yang memiliki izin resmi.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kualitas pelayanan, melindungi wisatawan, sekaligus memperkuat kredibilitas industri pariwisata nasional.
Baca Juga: Saatnya Liburan di #IndonesiaAja, Kemenpar Dorong Wisata Domestik Saat Nataru 2025-2026
“Dan untuk itu, pada 2025 sudah diterbitkan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2025 yang mengatur terkait dengan standar kegiatan usaha, tata cara pengawasan dan juga sanksi administratif dan kebijakan ini bertugas untuk tentu saja adalah melindungi wisatawan sekaligus juga menjaga dari kredibilitas industri pariwisata Indonesia,” katanya.
Kementerian Pariwisata juga terus mendorong terbentuknya ekosistem pariwisata yang terintegrasi antara sektor event, tourism and travel, serta perhotelan agar seluruh sektor dapat tumbuh bersama dan saling memperkuat.
Sementara itu, Ketua Umum DPP ASITA Rusmiati berharap berbagai ide dan gagasan yang dihasilkan dalam Rakernas mampu meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah.
“Harapan kami komunikasi yang baik dengan pemerintah dapat terus terjalin untuk mencapai cita-cita bersama dalam memajukan pariwisata Indonesia,” ujar Rusmiati.
(Sumber: Antara)
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat menyampaikan sambutannya pada pembukaan Rakernas II ASITA 2026 di Four Points by Sheraton Makassar, Kamis (7/5/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata) (Antara)