Gunung Semeru Erupsi 4 Kali, Letusan Capai 1,2 Kilometer

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 14:41
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1,2 km di atas puncak pada Jumat 8 Mei 2026 pagi. ANTARA/HO-PVMBG Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1,2 km di atas puncak pada Jumat 8 Mei 2026 pagi. ANTARA/HO-PVMBG (Antara)

Ntvnews.id, Lumajang - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi sebanyak empat kali pada Jumat pagi, 8 Mei 2026.

Tinggi letusan tercatat mencapai 1,2 kilometer dari puncak gunung.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.39 WIB. Namun, visual letusan tidak dapat diamati dan aktivitas erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat.

Beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 00.52 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut kembali mengalami erupsi dengan kondisi visual yang juga tidak teramati.

"Gunung Semeru kembali erupsi pukul 05.21 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati 1,2 km di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Jumat, 8 Mei 2026.

Baca Juga: Semeru Erupsi Lima Kali dengan Tinggi Letusan Hingga 1.200 Meter

Menurut Liswanto, kolom abu hasil erupsi terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang yang mengarah ke timur laut.

Saat laporan dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung.

Erupsi berikutnya terjadi pada pukul 06.09 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 900 meter di atas puncak atau sekitar 4.576 mdpl.

Abu vulkanik yang keluar terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.

"Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 07.50 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1 km di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara," ujarnya.

Liswanto menjelaskan bahwa saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Baca Juga: Semeru Kembali Meletus, Awan Panas Capai 4 Kilometer

Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas maupun aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sejumlah aliran sungai maupun lembah yang berhulu di Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.

(Sumber: Antara)

x|close