Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan pentingnya gerakan masif pemilahan sampah yang melibatkan seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat masyarakat. Instruksi tersebut ditujukan kepada Wali Kota, Camat, Lurah, RT, hingga RW agar program pengelolaan sampah dapat berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan di ibu kota.
Menurut Pramono, gerakan pilah sampah yang baru saja dimulai ini harus menjadi langkah nyata untuk mengubah wajah Jakarta, khususnya dalam persoalan pengelolaan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar.
"Ya, karena ini gerakannya baru kemarin dimulai dan, tetapi saya sudah menginstruksikan baik itu kepada Wali Kota, Camat, Lurah, RT, RW. Jadi ini gerakannya adalah gerakan yang masif," ucapnya saat meninjau pengolahan sampah organik di Pasar Area 7 Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin, 11 Mei 2026.
Baca Juga: Pramono Jadikan Rasuna Said Wajah Baru Jakarta Jelang 5 Abad, Sekaligus Dorong Gerakan Pilah Sampah
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)
Baca Juga: Pramono Hadiri Peringatan Keuskupan Agung Jakarta ke-219, Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Lingkungan
Orang nomor satu di DKI tersebut juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan secara bertahap menyiapkan sarana dan prasarana pendukung agar program pemilahan sampah dapat berjalan optimal di seluruh wilayah Jakarta.
Namun demikian, ia menilai keberlanjutan program menjadi faktor paling penting. Gerakan pilah sampah tidak boleh berhenti di tengah jalan karena memiliki dampak besar terhadap kebersihan lingkungan dan masa depan pengelolaan sampah di Jakarta.
"Yang paling penting adalah ini harus berkelanjutan, tidak boleh berhenti, karena inilah yang akan merubah wajah Jakarta berkaitan dengan persampahan," tutup Pramono.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)