Ntvnews.id, Jakarta - Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn memastikan proses ratifikasi ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA) akan diselesaikan sebelum pelaksanaan KTT ke-49 ASEAN pada akhir tahun ini.
Kesepakatan tersebut dirancang untuk memperkuat kerja sama dan integrasi kawasan di sektor energi, termasuk memungkinkan negara-negara anggota ASEAN saling membantu ketika terjadi kelangkaan bahan bakar.
“Para pejabat negara telah menerima instruksi dari para pemimpin mereka, bahwa proses (ratifikasi) APSA harus dipercepat oleh semua negara anggota,” ucap Sekjen ASEAN dalam konferensi pers terkait hasil KTT ke-48 ASEAN di Sekretariat ASEAN Jakarta, Senin.
“Masing-masing negara akan melanjutkan proses di badan legislatifnya dan menyelesaikan seluruh prosesnya di dalam negeri sedini mungkin,” kata dia, menambahkan.
Kao Kim Hourn menjelaskan proses ratifikasi saat ini masih berada di tingkat domestik masing-masing negara anggota sehingga belum dapat dipastikan kapan seluruh proses akan selesai secara resmi.
Baca Juga: Infografik: Prabowo Serukan Persatuan dan Perdamaian di KTT ASEAN ke-4
“Tetapi, tentu saja hal tersebut harus dilakukan. Tak ada keraguan bahwa APSA akan rampung sebelum KTT ke-49 ASEAN, dan saya sangat mengharapkan hal ini,” ucap Sekjen ASEAN.
Ia juga menyebutkan pembahasan mengenai negara pertama yang akan menerima bantuan minyak melalui mekanisme APSA masih berlangsung di tingkat regional.
Dalam KTT ke-48 ASEAN yang digelar di Cebu, para pemimpin negara Asia Tenggara sepakat mendukung percepatan mekanisme berbagi energi dan interkoneksi listrik regional di tengah kekhawatiran terganggunya pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah.
Salah satu langkah konkret yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah percepatan ratifikasi APSA sebagai upaya menjaga stabilitas energi kawasan.
"Para pemimpin sepakat akan pentingnya rantai pasok energi yang stabil dan andal, interkonektivitas energi yang lebih kuat, serta percepatan diversifikasi menuju sumber energi alternatif dan terbarukan," kata Presiden Ferdinand Marcos.
Baca Juga: Maung Tampil di KTT ASEAN, Jadi Simbol Diplomasi Indonesia
Para menteri ekonomi ASEAN juga disebut telah menyetujui percepatan penyelesaian APSA di tengah gangguan distribusi minyak dunia.
Melalui mekanisme APSA, negara anggota ASEAN dapat memasok bahan bakar kepada negara lain yang mengalami kekurangan stok minimal setara 10 persen dari kebutuhan domestik mereka.
KTT ke-49 ASEAN sendiri dijadwalkan berlangsung pada 10–12 November 2026 di Manila.
(Sumber: Antara)
Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menyampaikan taklimatnya dalam dalam konferensi pers terkait hasil KTT ke-48 ASEAN di Sekretariat ASEAN Jakarta, Senin (11/5/2026). (ANTARA/Nabil Ihsan) (Antara)