Narendra Modi Ajak Warga India Hemat BBM di Tengah Krisis Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 19:49
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Perdana Menteri India Narendra Modi. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Spt/aa. Perdana Menteri India Narendra Modi. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Spt/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Perdana Menteri Narendra Modi meminta masyarakat India mengurangi konsumsi bahan bakar di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi global.

“Selama periode Corona virus, kita menerapkan kerja dari rumah, rapat daring, konferensi video, dan mengembangkan banyak sistem semacam itu,” kata Modi, sebagaimana dikutip India Today, Minggu, 10 Mei 2026.

“Kita juga sudah terbiasa dengan hal-hal tersebut,” tambahnya.

Baca Juga: Prabowo Bertemu Narendra Modi: Kami Berdiskusi Sangat Intensif dan Terbuka

Menurut Modi, praktik-praktik tersebut saat ini kembali diperlukan demi kepentingan nasional dan harus menjadi prioritas bersama.

“Bensin dan solar telah menjadi sangat mahal di seluruh dunia,” kata Modi dan menambahkan “menjadi tanggung jawab kita semua untuk menghemat devisa yang dihabiskan untuk membeli bensin dan solar, dengan cara menghemat penggunaan bahan bakar tersebut”.

Selain mengurangi penggunaan bahan bakar, Modi juga meminta masyarakat menunda pembelian emas untuk acara pernikahan selama satu tahun sebagai langkah mengurangi pengeluaran yang dianggap tidak mendesak.

Ia turut menyerukan pengurangan konsumsi minyak goreng serta mendorong petani mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia impor.

“Kita harus mengurangi konsumsi pupuk kimia hingga setengahnya dan beralih ke pertanian alami,” katanya.

“Dengan cara ini, kita dapat menghemat devisa dan melindungi pertanian kita serta Ibu Pertiwi,” tambahnya.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Baca Juga: PM India Narendra Modi Tegaskan Solidaritas India untuk Israel

Serangan tersebut kemudian dibalas Teheran dengan aksi militer terhadap Israel dan sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Konflik tersebut juga berdampak terhadap jalur perdagangan energi global, termasuk di Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak dunia.

Sekitar 20 persen pengiriman minyak global diketahui melintasi kawasan tersebut dan kini mengalami gangguan serius akibat konflik yang berlangsung.

(Sumber: Antara)

x|close