BBKK Soetta Perketat Pengawasan Penumpang Internasional Antisipasi Hantavirus

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 19:35
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala BBKK Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini memberikan keterangan resmi terkait penanganan dan antisipasi penemuan Hantavirua di lingkup Bandara Soetta, Tangerang, Banten. ANTARA/Azmi Samsul M Kepala BBKK Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini memberikan keterangan resmi terkait penanganan dan antisipasi penemuan Hantavirua di lingkup Bandara Soetta, Tangerang, Banten. ANTARA/Azmi Samsul M (Antara)

Ntvnews.id, Tangerang - Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Bandara Soekarno-Hatta kembali menerapkan standar pengawasan kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional sebagai langkah antisipasi penyebaran hantavirus.

Langkah tersebut dilakukan setelah World Health Organization melaporkan kasus penularan hantavirus yang menyebabkan tiga penumpang kapal pesiar meninggal dunia.

"Kami di Soekarno-Hatta sudah melakukan kesiapsiagaan. Yang pertama adalah melalui isian deklarasi kesehatan di aplikasi SatuSehat. Dari situ kita nanti akan tahu risiko daripada pesawat itu, ada orang berisiko atau tidak. Yang kedua, begitu turun, itu ada pengamatan tanda dan gejala melalui thermal scanner dan observasi visual," kata Kepala BBKK Bandara Soetta Naning Nugrahini di Tangerang, Senin, 11 Mei 2026.

Naning menjelaskan, apabila ditemukan penumpang dengan gejala yang mengarah pada infeksi hantavirus, maka petugas akan melakukan pemeriksaan lanjutan oleh dokter untuk memastikan kondisi pasien.

"Kalau dari pemeriksaan memang yang bersangkutan itu probable, maka kami rujuk ke rumah sakit pusat infeksi untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Di situ nanti akan bisa diisolasi atau dilakukan pemeriksaan laboratorium," ujarnya.

Baca Juga: Kemenkes Pastikan WNA Kontak Erat Kasus Hantavirus di MV Hondius Negatif

Menurut dia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga telah memiliki jalur khusus evaluasi penyakit menular serta ambulans khusus untuk menangani pasien dengan risiko infeksi.

"Kemudian kami juga punya namanya ambulans khusus penyakit menular. Karena orang yang kita bawa ini, yang mau kita rujuk ini adalah orang dengan penyakit menular," ucapnya.

"Di ambulans penyakit menular ada sistem dekontaminasi sehingga virus, bakteri, atau kuman, yang berasal dari orang yang masuk di dalam ambulans yang kita curigai tadi, itu nanti bisa didekontaminasi sehingga tidak terjadi penularan ke orang lain," tambah dia.

Saat ini BBKK Soetta juga meningkatkan pengawasan terhadap sejumlah negara yang telah melaporkan kasus hantavirus, termasuk Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama.

Baca Juga: Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes DKI Sebut Bukan Klaster dari Kapal Pesiar MV Hondius

"Jadi kami melakukan pengetatan pengawasan terhadap negara-negara yang sudah menemukan atau teridentifikasi ada virus Hanta, seperti Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan satu lagi Panama. Jadi itu ada empat negara yang kami melakukan pengetatan ekstra kalau ada flight yang direct ke Soekarno-Hatta. Tapi tidak menutup kemungkinan nanti kalau ada yang baru, tentunya kami akan menambahkan ataupun mengoreksi gitu," ungkap Naning.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pelaku perjalanan udara internasional, untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan karena hantavirus dapat menular melalui urin, air liur, maupun kontaminasi dari tikus.

(Sumber: Antara)

x|close