Ntvnews.id, Jakarta - Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan diam-diam melancarkan serangan balasan terhadap Iran di tengah memanasnya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Teheran. Informasi itu diungkap media terkemuka AS, The Wall Street Journal, yang mengutip sejumlah sumber anonim yang mengetahui operasi tersebut.
Dalam laporan Anadoly Agency pada Senin (11/5) waktu setempat, WSJ menyebut salah satu sasaran serangan UEA adalah kilang minyak Iran di Pulau Lavan. Fasilitas tersebut dilaporkan dihantam pada awal April, bertepatan dengan rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengumumkan gencatan senjata dengan Teheran.
Serangan itu disebut memicu kebakaran besar dan membuat fasilitas kilang lumpuh. Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari otoritas UEA terkait laporan tersebut.
Di sisi lain, Iran membalas dengan meluncurkan rudal balistik dan drone ke wilayah UEA serta Kuwait. Sebelumnya, UEA juga dilaporkan mencegat dua rudal dan tiga drone yang ditembakkan dari Iran, dengan insiden itu menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka.
Baca Juga: Purbaya Lantik 8 Pejabat Pajak, Tekankan Integritas dan Kepercayaan Publik
Menurut salah satu sumber yang dikutip WSJ, AS diam-diam menyambut keterlibatan UEA dalam perang melawan Iran. Laporan itu juga menyebut Teheran justru lebih banyak menyerang UEA dibanding negara-negara Teluk lain yang menjadi lokasi aset militer AS, bahkan melampaui intensitas serangan pembalasan terhadap Israel.
Sejak perang pecah pada akhir Februari lalu, Iran tercatat telah meluncurkan lebih dari 2.800 rudal dan drone ke target-target di UEA.
Sejumlah pejabat Abu Dhabi yang tidak disebutkan namanya mengatakan gelombang serangan Iran telah memukul ekonomi UEA secara signifikan. Dampaknya disebut memicu pemutusan hubungan kerja hingga kebijakan cuti paksa di berbagai sektor.
"Juga memicu pergeseran mendasar dalam pandangan strategis negara tersebut, menjadi pandangan yang kini melihat Iran sebagai aktor jahat yang bertekad merusak model ekonomi dan sosial negara yang berbasis pada talenta ekspatriat dan reputasi keamanan serta stabilitas," cetus pejabat UEA tersebut.
Baca Juga: Bandara Soetta Perketat Pengawasan Penumpang dari Empat Negara
Meski laporan mengenai serangan balasan UEA telah mencuat, Kementerian Luar Negeri UEA sejauh ini belum memberikan komentar resmi. Otoritas Abu Dhabi hanya merujuk pada pernyataan sebelumnya yang menegaskan hak negara itu untuk merespons tindakan permusuhan.
Analis Timur Tengah, Dina Esfandiary, menilai keterlibatan langsung UEA dalam menyerang Iran menjadi perkembangan penting dalam konflik kawasan.
"Sangat signifikan untuk mendapati sebuah negara Teluk menjadi pihak yang berperang yang menyerang Iran secara langsung. Teheran sekarang akan berupaya untuk semakin memperlebar jurang pemisah antara UEA dan negara-negara Teluk Arab lainnya yang mencoba memediasi diakhirinya perang," kata Dina Esfandiary kepada WSJ.
Marina Dubai (Betterhomes)