Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan pentingnya gerakan pilah sampah secara mandiri yang wajib diterapkan oleh hotel, restoran, dan kafe di ibu kota. Langkah ini dilakukan sebagai upaya serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak.
Menurutnya, sektor perhotelan, restoran, dan kafe menjadi salah satu penyumbang sampah organik di Jakarta. Karena itu, seluruh pelaku usaha di sektor tersebut diwajibkan menyediakan fasilitas pemisahan sampah organik dan non-organik.
"Hotel, restoran, dan kafe, kami mewajibkan semuanya harus punya tempat untuk pemisahan (sampah), karena memang sampah organik adalah hotel, restoran, dan kafe," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Tak hanya menyasar sektor usaha, gerakan pilah sampah juga mulai diterapkan di pasar-pasar yang berada di bawah pengelolaan Pasar Jaya maupun pasar umum lainnya. Sampah organik dari pasar kini mulai diolah menjadi pupuk yang memiliki nilai manfaat bagi lingkungan.
Baca Juga: Pramono: Gerakan Pilah Sampah Dievaluasi Rutin Tiap Dua Pekan
Ilustrasi Sampah Plastik (Pixabay)
Pramono menilai pengolahan sampah organik menjadi pupuk dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir. Terlebih, kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang saat ini dinilai sudah tidak mampu menampung volume sampah Jakarta yang terus meningkat setiap harinya.
Selain meminta keterlibatan pelaku usaha dan pengelola pasar, Pramono juga menginstruksikan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar aktif menjalankan program pemilahan sampah di lingkungan kerja masing-masing.
Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kampanye simbolis atau kegiatan seremonial semata. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan evaluasi rutin setiap dua minggu guna memastikan program berjalan optimal dan berkelanjutan.
"Ini bukan hanya sekadar kampanye yang bersifat seremonial. Kami serius, karena ini untuk menangani persoalan sampah yang ada di Jakarta, karena Bantargebang sudah tidak mampu lagi," terangnya.
Pramono juga berharap gerakan pilah sampah dapat membangun kesadaran masyarakat sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efektif, dan ramah lingkungan di Jakarta.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)