Indonesia Kirim 780 Prajurit TNI ke UNIFIL Lebanon, Tegaskan Komitmen Perdamaian Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 17:29
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri RI Sugiono (tengah) menjawab pertanyaan wartawan setelah pernyataan pers bersama Indonesia dan Singapura di Jakarta, Selasa (12/5/2026). (ANTARA/Cindy Frishanti) Menteri Luar Negeri RI Sugiono (tengah) menjawab pertanyaan wartawan setelah pernyataan pers bersama Indonesia dan Singapura di Jakarta, Selasa (12/5/2026). (ANTARA/Cindy Frishanti) (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga perdamaian dunia dengan mengirimkan 780 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk bergabung dalam misi Pasukan Sementara PBB di Lebanon atau UNIFIL. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan bahwa keberangkatan pasukan dijadwalkan berlangsung pada 22 Mei 2026.

“Tanggal 22 (Mei 2026) rencananya. (Sebanyak) 780 orang (prajurit TNI berangkat ke UNIFIL),” kata Sugiono yang ditemui setelah pernyataan pers bersama antara Indonesia dan Singapura di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa pengiriman pasukan tersebut merupakan bagian dari kontribusi aktif Indonesia dalam mendukung misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia untuk turut menjaga ketertiban dunia.

Yvonne juga menyoroti gugurnya tiga prajurit UNIFIL asal Indonesia pada akhir Maret 2026 yang menjadi duka mendalam bagi bangsa Indonesia.

Baca Juga: UNIFIL Beri Penghormatan Terakhir untuk Praka Rico Pramudia di Beirut

“Tapi komitmen kita terhadap perdamaian dan sesuai amanat konstitusi kita tentunya juga harus tetap jalan,” tambahnya.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa faktor keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama. Menurut Yvonne, keamanan para pasukan penjaga perdamaian di wilayah tugas tidak dapat ditawar dan harus dipastikan melalui kesiapan yang matang sebelum penugasan dilakukan.

Selain itu, Indonesia terus mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa agar melakukan investigasi secara transparan terkait insiden yang menewaskan prajurit Indonesia di Lebanon.

Baca Juga: Israel Kesulitan Hadapi Drone Milik Hizbullah di Lebanon Selatan

“Preliminary investigation sudah selesai; proses masih berjalan; kita menghormati itu, tapi kita ingin memastikan hasilnya nanti akan ada. Wakil Tetap RI di New York juga terus berkomunikasi secara erat dengan PBB,” kata Yvonne.

Pengiriman 780 prajurit TNI tersebut merupakan bagian dari rotasi rutin pasukan Indonesia di UNIFIL untuk menggantikan personel yang saat ini masih bertugas di Lebanon.

(Sumber: Antara)

x|close