Pramono Resmikan Jakarta Urban Knowledge Hub

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jun 2026, 15:18
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Resmikan Jakarta Urban Knowledge Hub Pramono Resmikan Jakarta Urban Knowledge Hub (Pemprov DKI)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan Jakarta Urban Knowledge Hub di Nyi Ageng Serang Building, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Senin, 8 Juni 2026.

Kehadiran pusat kolaborasi dan pengetahuan perkotaan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mendorong pembangunan kota yang lebih modern, inovatif, dan berbasis data.

Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, bersama para akademisi, peneliti, pelaku usaha, komunitas, serta berbagai mitra pembangunan yang selama ini berkontribusi dalam pengembangan Jakarta.

Orang nomor satu di DKI tersebut menegaskan bahwa Jakarta tengah melakukan transformasi besar untuk memperkuat posisinya sebagai kota global yang kompetitif di tingkat internasional.

Baca Juga: Pramono Sampaikan Ranperda P2APBD Tahun 2025, Realisasi Pendapatan Daerah Capai 94,76 Persen

Menurutnya, target Jakarta untuk masuk dalam jajaran kota global terbaik dunia hanya dapat dicapai melalui tata kelola pembangunan yang didukung data akurat, penelitian berkualitas, serta kebijakan yang disusun berdasarkan bukti ilmiah.

"Jakarta memiliki target menjadi bagian dari 20 besar kota global. Untuk mencapai tujuan tersebut, setiap kebijakan dan program pembangunan harus didukung data yang akurat, riset yang kuat, serta bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Ia menjelaskan, Jakarta Urban Knowledge Hub dibangun sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, sektor swasta, hingga masyarakat.

Melalui wadah ini, berbagai ide, penelitian, dan inovasi akan dikembangkan bersama untuk menjawab tantangan perkotaan yang semakin kompleks. Keberadaan pusat pengetahuan tersebut diharapkan mampu menghasilkan solusi yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan bagi pembangunan Jakarta di masa depan.

Sebagai kota metropolitan yang terus berkembang, Jakarta menghadapi berbagai tantangan strategis, mulai dari perubahan iklim, kebutuhan perumahan, ketahanan kota, transformasi digital, hingga mobilitas perkotaan yang semakin dinamis.

Baca Juga: Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI, Suhud Alynudin Ucap Terima Kasih ke Khoirudin hingga Pramono

Pramono menilai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan sinergi lintas sektor agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

"Persoalan perkotaan tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri. Urban Knowledge Hub hadir sebagai wadah kolaborasi untuk memperkuat sinergi dan menghadirkan solusi yang inovatif, berkelanjutan, serta berbasis kebutuhan masyarakat," ungkapnya.

Pramono menegaskan bahwa paradigma pembangunan Jakarta kini bergerak menuju pendekatan yang lebih modern dengan memanfaatkan teknologi, data, dan kajian ilmiah sebagai dasar pengambilan keputusan.

Menurutnya, kebijakan yang disusun berdasarkan data dan penelitian akan menghasilkan program yang lebih tepat sasaran, efisien, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Pembangunan Jakarta harus didasarkan pada data, sains, dan teknologi. Dengan demikian, setiap keputusan yang diambil dapat lebih terukur, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi warga," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, memberikan apresiasi atas inisiatif Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi di tingkat daerah.

Menurut Stella, Jakarta memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat pendidikan tinggi, penelitian, dan inovasi yang mampu menarik talenta terbaik dari berbagai negara.

Ia menilai kondisi global saat ini membuka peluang bagi Indonesia, khususnya Jakarta, untuk menjadi tujuan baru bagi mahasiswa, peneliti, akademisi, dan inovator dunia.

"Dalam situasi global saat ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi tujuan pendidikan tinggi dan riset dunia. Karena itu, penguatan ekosistem sains dan teknologi perlu terus dilakukan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan," ungkapnya.

Stella juga menyoroti pentingnya hubungan antara riset, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan berbagai studi internasional, kota yang memiliki ekosistem pendidikan tinggi dan penelitian yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat serta tingkat kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

x|close