MC Lomba Cerdas Cermat MPR Minta Maaf

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 21:49
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Lomba Cerdas Cermat MPR RI Lomba Cerdas Cermat MPR RI (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - MC Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Shindy Lutfiana, akhirnya menyampaikan permohonan maaf usai pernyataannya saat babak final lomba viral di media sosial.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Shindy melalui unggahan di akun media sosial pribadinya. Dalam klarifikasinya, ia mengakui ucapan yang dilontarkan saat memandu acara tidak seharusnya disampaikan dalam kapasitasnya sebagai pembawa acara resmi kegiatan tersebut.

"Mohon izin untuk menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan saya yang beredar luas dimedia sosial saat pelaksanaan “Babak Final” berlangsung," ungkapnya, dikutip Selasa, 12 Mei 2026.

"Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, terutama yaitu: “mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja,” yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut," sambungnya.

Ucapan tersebut sebelumnya menuai sorotan publik setelah dianggap menyinggung peserta lomba dan pihak sekolah yang mengikuti ajang LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar. Video potongan pernyataan itu pun ramai diperbincangkan warganet di berbagai platform media sosial.

Dalam permohonan maafnya, Shindy menyadari bahwa pernyataannya telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, hingga melukai perasaan sejumlah pihak.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh NTV News (@ntvnews.id)

Baca Juga: LCC Empat Pilar Kalbar Tuai Polemik, Kawendra Apresiasi Langkah MPR dan Beri Penghargaan untuk SMAN 1 Pontianak

Ia secara khusus menyampaikan permintaan maaf kepada peserta lomba, guru pendamping dari SMA Negeri 1 Pontianak, serta masyarakat Kalimantan Barat yang mengikuti jalannya kompetisi tersebut.

Shindy juga mengaku peristiwa itu menjadi pelajaran penting bagi dirinya untuk lebih berhati-hati dalam memilih kata ketika berbicara di ruang publik, terutama saat menjalankan tugas sebagai pembawa acara.

"Peristiwa ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya untuk lebih berhati- hati, bijaksana, serta lebih cermat dalam memilih dan menggunakan diksi ketika menjalankan tugas diruang public," ungkap dia lagi.

Ia berharap permohonan maaf yang disampaikan dapat diterima oleh semua pihak. Ke depan, Shindy berkomitmen menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi diri agar dapat bersikap lebih baik dan profesional dalam menjalankan tugas.

x|close