Pejabat Israel Marah Usai Tahu Bandara Ben Gurion Disebut Jadi Pangkalan Militer AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 07:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera Israel/ist Bendera Israel/ist

Ntvnews.id,  Tel Aviv - Kepala otoritas penerbangan sipil Israel Shmuel Zakay memperingatkan pemerintah Tel Aviv bahwa Bandara Ben Gurion kini dinilai telah berfungsi layaknya “pangkalan militerAmerika Serikat (AS). Menurutnya, aktivitas militer di bandara utama Israel tersebut mulai mengganggu penerbangan sipil dan menimbulkan risiko bagi maskapai komersial.

Laporan harian Israel, Yedioth Ahronoth, seperti dikutip Middle East Monitor, Rabu, 13 Mei 2026, menyebut Zakay telah menyampaikan kekhawatiran itu kepada Menteri Transportasi Israel Miri Regev dan Direktur Jenderal Kementerian Transportasi Moshe Ben Zaken.

Dalam peringatannya, Zakay menyoroti bahwa keberadaan aktivitas militer di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, telah menghambat kembalinya maskapai asing dan mendorong kenaikan harga tiket menjelang musim liburan musim panas.

Sejumlah laporan media Israel dalam beberapa pekan terakhir juga menampilkan foto puluhan pesawat militer AS, termasuk pesawat pengisian bahan bakar, yang ditempatkan di bandara tersebut di tengah meningkatnya kerja sama militer Washington dan Tel Aviv.

"Mengubah Bandara Internasional Ben Gurion menjadi pangkalan militer merugikan kembalinya maskapai-maskapai penerbangan asing dan mengancam stabilitas keuangan maskapai-maskapai penerbangan Israel," kata Zakay, seperti dikutip Yedioth Ahronoth.

Baca Juga: Teheran Ancam Pengayaan Uranium 90 Persen Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

Ketegangan regional sejak pecahnya konflik antara Israel dan AS melawan Iran pada 28 Februari disebut telah berdampak besar terhadap lalu lintas penerbangan sipil. Banyak maskapai Israel memindahkan armada mereka ke luar negeri, dengan sebagian pesawat belum kembali hingga saat ini.

Zakay juga menilai institusi militer Israel belum sepenuhnya memahami dampak yang ditimbulkan terhadap sektor penerbangan sipil, termasuk lonjakan harga tiket dan beban bagi masyarakat.

"Bandara Ben Gurion telah menjadi pangkalan militer dengan aktivitas sipil yang terbatas," ujar Zakay memperingatkan otoritas Israel.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut menimbulkan “ancaman nyata” bagi maskapai-maskapai kecil Israel karena meningkatnya biaya operasional, bahan bakar, serta tingginya permintaan penerbangan.

Zakay pun mendesak agar pesawat militer AS dipindahkan dari Bandara Ben Gurion ke pangkalan militer di wilayah Israel. Ia menegaskan bahwa situasi ini tidak hanya merugikan industri penerbangan, tetapi juga berdampak pada “semua warga negara” Israel.

x|close