Ribuan Jemaah Palestina Berangkat Haji di Tengah Pembatasan Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 04:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Jamaah melakukannya tawaf mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Ilustrasi - Jamaah melakukannya tawaf mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. (ANTARA)

Ntvnews.id, Tepi Barat - Kelompok pertama jemaah haji Palestina dari wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel mulai diberangkatkan menuju Arab Saudi pada Senin untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.

Dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 13 Mei 2026, Keberangkatan tersebut berlangsung di tengah pembatasan yang terus diberlakukan Israel terhadap warga Palestina, khususnya dari Jalur Gaza, sehingga mereka kembali tidak dapat berangkat haji untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Direktur Kepolisian di perlintasan Karama, Waleed Ghannam, mengatakan bus-bus yang membawa para jemaah Palestina mulai tiba sejak pagi di Jericho. Di lokasi tersebut, seluruh prosedur perjalanan diselesaikan sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.

Perlintasan Karama sendiri menjadi jalur utama bagi warga Palestina di Tepi Barat untuk bepergian ke luar negeri.

Rombongan pertama jemaah haji Palestina tercatat berjumlah 2.230 orang.

Baca Juga: Netizen Israel Sumpahi Lamine Yamal Cedera Patah Kaki Usai Kibarkan Bendera Palestina

Sementara itu, Ghannam menyebut sekitar 1.730 jemaah lainnya dijadwalkan berangkat pada Selasa, 12 Mei 2026, sebagai bagian dari proses pemberangkatan jemaah secara bertahap menuju Tanah Suci.

Sebagian besar jemaah akan diberangkatkan pada Senin dan Selasa, sedangkan proses keberangkatan dijadwalkan terus berlangsung hingga 20 Mei dengan kapasitas maksimal 500 jemaah per hari.

Berdasarkan data resmi Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina, sekitar 6.600 warga Palestina dari Tepi Barat akan menunaikan ibadah haji pada tahun ini.

Perdana Menteri Palestina Mohammed Mustafa juga meninjau langsung persiapan keberangkatan jemaah ke Arab Saudi, termasuk kesiapan perjalanan dan akomodasi mereka.

Kota Gaza, Palestina. <b>(Dok.Antara)</b> Kota Gaza, Palestina. (Dok.Antara)

Dalam peninjauan tersebut, Mustafa menerima laporan dari Amin Qandil serta Menteri Wakaf Mohammed Najm mengenai berbagai langkah untuk mempermudah perjalanan para jemaah.

Di sisi lain, warga Palestina di Jalur Gaza kembali tidak dapat menunaikan ibadah haji akibat pembatasan akses keluar masuk wilayah yang masih diterapkan Israel.

Situasi keamanan di kawasan juga semakin ketat sejak agresi Israel ke Jalur Gaza pada Oktober 2023, yang kemudian diperburuk oleh konflik antara Amerika Serikat dan Iran sehingga memicu blokade perairan di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Israel Bahas RUU Pembatalan Perjanjian Oslo dan Penolakan Negara Palestina

Kementerian Wakaf Palestina menyebut sisa kuota haji untuk warga Gaza tahun ini dialihkan sementara ke Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai langkah luar biasa.

Kementerian menjelaskan keputusan tersebut diambil karena keterbatasan waktu dalam protokol haji yang telah disepakati bersama Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, yang menetapkan 20 Maret 2026 sebagai batas akhir penerbitan visa haji.

x|close