Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono melaporkan perkembangan penanganan serta langkah strategis pascakecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Tentu tadi ada kami laporkan perkembangan dan langkah-langkah taktis solusi yang harus segera diambil dan telah dilakukan sebetulnya, pasca terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur," kata AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
AHY mengungkapkan pemerintah telah mengidentifikasi sebanyak 76 perlintasan sebidang di wilayah Jawa dan Sumatera yang membutuhkan penanganan segera. Upaya tersebut meliputi pembangunan palang pintu kereta, flyover, hingga underpass guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga berencana menutup sejumlah titik perlintasan yang dinilai rawan kecelakaan.
"Dan kita juga ingin terus perbaiki sistem persinyalan dan modernisasi sistem kereta lainnya," ucap dia.
Baca Juga: Muhaimin Sebut Anggaran Perlindungan Sosial Capai Rp508,2 Triliun
Menurut AHY, keselamatan transportasi publik menjadi prioritas utama pemerintah, sekaligus untuk memperkuat konektivitas antarwilayah yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Jadi, semangatnya adalah untuk transportasi publik, keselamatan kita utamakan dan pada akhirnya konektivitas antarwilayah juga bisa menghadirkan pertumbuhan dan peluang ekonomi lainnya," imbuh AHY.
Petugas mengamati gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/agr (Antara)
Sebelumnya, kecelakaan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi pada Senin, 27 April 2026 sekitar pukul 20.52 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Total korban dalam kecelakaan itu mencapai 106 orang, dengan 16 korban meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif, sementara 90 lainnya mengalami luka-luka.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (NTVnews)