A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Mensos Nonaktifkan Dua Pejabat Kemensos Terkait Evaluasi Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat - Ntvnews.id

Mensos Nonaktifkan Dua Pejabat Kemensos Terkait Evaluasi Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 17:22
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (tengah) dalam konferensi pers mengenai Sekolah Rakyat di Jakarta, Rabu (13/5/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (tengah) dalam konferensi pers mengenai Sekolah Rakyat di Jakarta, Rabu (13/5/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf membebastugaskan sementara dua pejabat di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos) guna mempermudah proses evaluasi dan investigasi terkait pengadaan barang dan jasa, khususnya perlengkapan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat yang belakangan menjadi sorotan publik.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026, Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa dua pejabat yang dinonaktifkan sementara berasal dari bagian pengadaan dan perlengkapan barang milik negara di Kemensos. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi serta mendukung proses pemeriksaan internal yang sedang berjalan.

Baca Juga: Mensos Gus Ipul Apresiasi Kritik Publik soal Pengadaan Kemensos dan Sekolah Rakyat

"Saya membebastugaskan sementara dari jabatannya pada jabatan sebagai berikut. (Pertama) Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa sebagai Pejabat Pembuat Komitmen Pada Satuan Kerja Sekretariat Jenderal. Yang kedua, Kepala Subbagian Perlengkapan dan Barang Milik Negara," kata Mensos.

Selain itu, Mensos yang akrab disapa Gus Ipul tersebut menugaskan Inspektur Jenderal (Irjen) Kemensos untuk melanjutkan pendalaman sekaligus melakukan evaluasi dan investigasi terkait proses pengadaan. Ia juga meminta Sekretaris Jenderal Kemensos melakukan rasionalisasi anggaran pengadaan tahun 2026 serta memperkuat kapasitas tim pengadaan agar proses pengawasan berjalan lebih optimal.

"Semua yang sudah kami lakukan menjadi satu bagian evaluasi untuk memperbaiki pengadaan pada tahun 2026," ujarnya.

Baca Juga: Kemensos dan Kementerian PKP Renovasi 10 Ribu Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat

Gus Ipul menambahkan, Kemensos juga telah berkonsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan RI, dan Kepolisian Republik Indonesia guna memastikan proses pengadaan barang dan jasa berjalan secara akuntabel, transparan, serta bebas dari praktik korupsi.

Sebelumnya, media sosial ramai membahas dugaan mark-up harga sepatu yang diperuntukkan bagi siswa Sekolah Rakyat. Menyikapi polemik tersebut, Kemensos membentuk tim khusus yang dipimpin Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono bersama Irjen Kemensos untuk mendalami berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

"Supaya kita bisa lebih jelas mendapatkan gambaran yang lebih utuh tentang isu-isu yang selama ini berkembang di media sosial. Sebab berita itu kadang-kadang benar semua, kadang-kadang separuh benar," tutur Mensos Saifullah Yusuf.

(Sumber: Antara)

 

x|close