Ntvnews.id, Jakarta - Suhud Alynudin resmi menjabat sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta untuk sisa masa jabatan 2024-2029 setelah dilantik dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta pada Senin, 8 Juni 2026. Politikus Fraksi PKS tersebut menggantikan Khoirudin.
Usai dilantik, Suhud menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai capaian positif yang telah dibangun pada masa kepemimpinan Khoirudin. Menurutnya, kesinambungan program dan kinerja DPRD menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan Jakarta yang berkelanjutan.
Suhud menyampaikan bahwa dirinya tidak akan memulai dari nol, melainkan meneruskan fondasi yang telah dibangun oleh pimpinan sebelumnya. Salah satu capaian yang mendapat perhatian adalah keberhasilan DPRD DKI Jakarta dalam menjalankan fungsi legislasi melalui pembentukan berbagai regulasi strategis.
Menurutnya, peraturan daerah yang telah disahkan menjadi landasan penting dalam mendukung arah pembangunan Jakarta ke depan.
"Jadi, saya melanjutkan apa yang sudah baik dari kepemimpinan Pak Khoirudin, ya. Terutama pada penyusunan ataupun pembuat, pembuatan peraturan daerah, yang merupakan salah satu indikasi dari kinerja dewan, ya," ujarnya.
Suhud mengungkapkan bahwa selama periode berjalan, DPRD DKI Jakarta telah berhasil menyusun dan menetapkan sekitar 20 peraturan daerah (Perda). Regulasi tersebut menjadi instrumen penting dalam mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan publik di Jakarta.
Baca Juga: Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI, Suhud Alynudin Ucap Terima Kasih ke Khoirudin hingga Pramono
Suhud Alynudin resmi dilantik sebagai ketua DPRD DKI Jakarta (NTVNews.id/Adiansyah)
Keberhasilan pembentukan puluhan perda tersebut dinilai menjadi bukti nyata peran DPRD dalam menciptakan kerangka hukum yang kuat bagi pembangunan daerah. Dengan keberadaan regulasi yang memadai, berbagai program pemerintah daerah dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ke depan, Suhud menegaskan bahwa DPRD DKI Jakarta akan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai dua sektor yang perlu menjadi prioritas utama adalah peningkatan kesejahteraan ekonomi warga dan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, dan daya saing masyarakat agar Jakarta mampu menghadapi berbagai tantangan global.
"Dan selanjutnya tentu saja, bersama dengan Gubernur, kami akan mendorong agar Jakarta bisa menjadi lebih baik, terutama pada hal yang paling mendasar, ya terutama pada aspek apa, kesejahteraan ekonomi, dan juga peningkatan kualitas sumber daya manusia," katanya.
Suhud juga menyoroti kondisi ekonomi yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan. Dalam situasi tersebut, ia menilai diperlukan kerja sama yang semakin erat antara lembaga legislatif dan eksekutif untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat.
Menurutnya, berbagai persoalan ekonomi tidak dapat diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi, inovasi kebijakan, serta langkah strategis yang mampu menjaga stabilitas pembangunan Jakarta.
Ia menegaskan DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi secara optimal guna memastikan program-program pemerintah berjalan efektif dan tepat sasaran. Selain fokus pada kesejahteraan masyarakat, Suhud juga menyoroti kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta yang masih menghadapi tantangan fiskal.
"Dan kita tahu, APBD DKI sekarang ini kan masih defisit, ya. Nah, sehingga diperlukan apa, terobosan-terobosan, ya creative financing yang memungkinkan Jakarta bisa apa namanya, tidak terganggu terhadap kondisi ekonomi yang ada," ungkapnya.
Suhud Alynudin (NTVNews.id/Adiansyah)