A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Pramono Tetapkan Program Kerja TPAKD 2026, Prioritaskan 9 Agenda Utama - Ntvnews.id

Pramono Tetapkan Program Kerja TPAKD 2026, Prioritaskan 9 Agenda Utama

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 17:45
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (Pemprov DKI)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menetapkan Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 dalam rapat pleno yang digelar di Balai Kota Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Program tersebut memuat sembilan agenda prioritas yang disiapkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, menekan angka kemiskinan, serta memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berkelanjutan.

Pramono menegaskan seluruh program TPAKD 2026 harus mampu mendukung target pembangunan makro Jakarta, terutama dalam pengurangan tingkat kemiskinan, penurunan rasio ketimpangan atau gini ratio, hingga peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Dalam kondisi ekonomi saat ini, seluruh potensi yang dapat menggerakkan ekonomi harus kita optimalkan," katanya.

Sejalan dengan visi Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menaruh perhatian besar terhadap penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan sektor industri kreatif, hingga pengembangan ekonomi kerakyatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.

Baca Juga: Pramono Targetkan LRT Velodrome-Manggarai Beroperasi Agustus

Dalam rapat tersebut, Pramono turut menyoroti pentingnya integrasi program pengelolaan sampah ke dalam agenda TPAKD. Ia mendorong adanya skema insentif berbasis keuangan bagi hotel, restoran, kafe, hingga rumah tangga yang berhasil mengelola sampah secara optimal.

Selain itu, penurunan signifikan jumlah RW kumuh di Jakarta sejak 2017 hingga 2025 dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat.

"Momentum ini perlu didukung TPAKD melalui pemberdayaan masyarakat, khususnya kader PKK, Jumantik, Dasawisma, dan kelompok perempuan lainnya," ujarnya.

Pramono juga menegaskan pentingnya penguatan bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi pekerja bukan penerima upah. Di sisi lain, dukungan terhadap pelaku UMKM terus diperkuat melalui akses kredit usaha, pembiayaan, hingga digitalisasi sistem pembayaran.

Menurutnya, pelaku UMKM di pasar rakyat dan sektor informal harus menjadi perhatian utama agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat di tengah perkembangan ekonomi digital.

Pemprov DKI Jakarta juga menegaskan komitmennya dalam mengembangkan Jakarta sebagai Kota Sinema sekaligus pusat industri kreatif nasional. Karena itu, TPAKD diminta terus melakukan inovasi dan pengawasan lapangan agar program yang dijalankan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: Ini Kata Pramono Soal Putusan MK Jakarta Masih Ibu Kota

Dalam rapat pleno tersebut, turut dipaparkan capaian berbagai program TPAKD sepanjang 2025. Program Level-Up Jakarta Entrepreneur tercatat berhasil menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 4.660 debitur dengan total dana mencapai Rp117,63 miliar.

Sementara itu, program pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berhasil menyalurkan pembiayaan kepada 531 UMKM Jakpreneur dengan nilai mencapai Rp26,59 miliar. Selain itu, pendanaan produksi film juga diberikan kepada dua rumah produksi dengan total pembiayaan sebesar Rp4,3 miliar.

Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) bahkan melampaui target dengan capaian 119,08 persen melalui pembukaan lebih dari 341 ribu rekening pelajar di lebih dari 675 sekolah di Jakarta.

Program Kerja TPAKD 2026 mengusung tema “Optimalisasi Akses Keuangan pada Sektor Ekonomi dan Kelompok Sasaran Prioritas dalam Rangka Mendukung Jakarta sebagai Kota Global”.

Sembilan program utamanya meliputi pengembangan ekonomi kreatif, Level-Up Jakarta Entrepreneur/K-PMR, digitalisasi keuangan inklusif, ekosistem keuangan inklusif Kepulauan Seribu, penguatan keuangan syariah melalui Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS), perluasan kepemilikan rekening tabungan pelajar dalam program KEJAR, orkestrasi edukasi keuangan melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), pengembangan ekonomi hijau (green economy), serta penguatan infrastruktur TPAKD melalui penyusunan peta jalan 2026–2030.

TERKINI

Load More
x|close