Ntvnews.id, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan tahap awal pengumpulan data terkait insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur, Jawa Barat, beberapa waktu lalu dan menyebabkan 16 korban jiwa.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini masih menghimpun berbagai data teknis dari lapangan, termasuk pemeriksaan sistem persinyalan, kondisi lintasan, serta sistem komunikasi yang digunakan saat kejadian.
"Jadi kami masih dalam pengumpulan data-data di lapangan dan ada beberapa tes yang harus kami lakukan di persinyalan, di lintasan kemudian di komunikasi seperti apa, kita lagi pengumpulan data-datanya. Masih banyak yang kita kumpulkan data dan masih ada beberapa orang yang harus kami wawancarai," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Baca Juga: Polisi Temukan Unsur Pidana dalam Kecelakaan Maut Bekasi Timur, Siapa Tersangka?
Ia menjelaskan bahwa investigasi juga melibatkan analisis rekaman CCTV yang tersedia di kereta serta perangkat perekam data atau yang sering disebut sebagai black box. Dari hasil awal tersebut, KNKT nantinya akan menentukan apakah diperlukan klarifikasi tambahan kepada pihak-pihak terkait.
Menurutnya, data dari kendaraan yang terlibat, termasuk taksi listrik yang tertabrak, juga sedang dianalisis karena dilengkapi perangkat perekam kejadian.
"Sebagian data sudah kami peroleh tapi kami juga perlu mengklarifikasi lagi dengan pengemudinya, kalau data yang di mobil taksi itu ada black box-nya juga, ini lagi kita unduh. Nanti setelah kita evaluasi dan kita akan bertanya lagi kepada pengemudinya ataupun orang-orang di sekitar situ apa yang terjadi di taksi listrik tersebut," kata Soerjanto Tjahjono.
Ia juga memastikan bahwa proses pengumpulan keterangan berjalan lancar karena seluruh pihak bersikap kooperatif.
"Kooperatif. Tidak ada, tidak ada halangan kalau kita minta keterangan," katanya.
Baca Juga: Polda Metro Jaya: 12 Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Masih Dirawat
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat agar menunggu hasil resmi investigasi KNKT terkait penyebab kecelakaan tersebut. Ia menegaskan bahwa proses investigasi masih berlangsung dan akan menghasilkan analisis menyeluruh beserta rekomendasi keselamatan.
Menhub juga menyebut bahwa KNKT masih mendalami insiden yang melibatkan KRL dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.
Sebagai bagian dari investigasi, KNKT telah melakukan simulasi sistem persinyalan untuk memahami kemungkinan penyebab teknis, khususnya terkait kinerja sistem saat insiden berlangsung. Hingga kini, proses investigasi masih terus berlanjut hingga seluruh data terkumpul dan dianalisis secara lengkap.
(Sumber: Antara)
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjawab pertanyaan dari wartawan di Jakarta, Rabu (13/5/2026). (ANTARA/Aji Cakti) (Antara)