Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat transformasi Jakarta menuju kota global melalui kolaborasi budaya internasional bersama Milan, Italia. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan lewat program Leadership Exchange Programme Jakarta-Milan yang difasilitasi World Cities Culture Forum.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menghadiri langsung program pertukaran budaya tersebut yang berlangsung di Museo delle Culture atau MUDEC, Milan, pada 9-16 Mei 2026.
Program ini menjadi ruang pertukaran ide, pengalaman, dan strategi antara Jakarta dan Milan dalam pengembangan kebijakan budaya, seni publik, hingga aktivasi ruang kota berbasis kreativitas masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh budaya internasional, di antaranya Isabella Valentini dari World Cities Culture Forum, Marina Pugliese dari Pemerintah Kota Milan, hingga komunitas budaya dari Jakarta dan Milan.
Delegasi Jakarta juga diperkuat sejumlah pelaku seni dan budaya seperti Muhammad Aidil Usman dari Dewan Kesenian Jakarta, Mochammad Shabar Untung selaku Ketua Jakarta Mural Community, serta Lambertus Berto Tukan dari Tim Kurator Jakarta 500 dan Gudskul.
Tahun ini, Jakarta menjadi salah satu dari 19 kota dunia yang terpilih mengikuti Leadership Exchange Programme dengan mengusung tema “Public Art and Co-Creation”.
Melalui tema tersebut, Jakarta dan Milan mendorong pengembangan seni publik berbasis komunitas melalui kolaborasi pemerintah, institusi budaya, komunitas kreatif, seniman, hingga masyarakat umum.
Dalam program itu, delegasi Jakarta mempelajari berbagai praktik terbaik Kota Milan dalam mengelola museum, seni publik, serta menghidupkan ruang kota agar budaya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Menurut Rano Karno, Jakarta ingin menghadirkan ruang publik yang lebih hidup, kreatif, dan inklusif melalui seni dan budaya.
"Jakarta ingin menghadirkan ruang publik yang hidup melalui seni dan budaya, sekaligus membuka ruang kolaborasi kreatif bagi masyarakat dan seniman Jakarta. Kota global bukan hanya soal gedung tinggi dan infrastruktur modern, tetapi juga tentang bagaimana masyarakatnya memiliki ruang untuk berekspresi, berinteraksi, dan merasa bangga terhadap identitas kotanya," ujarnya.
Baca Juga: Serahkan Santunan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Rano: Bantuan Ini Tak Bisa Gantikan Kehilangan
Pemprov DKI Jakarta menilai seni publik bukan sekadar elemen estetika kota, melainkan bagian penting dalam membangun interaksi sosial, memperkuat identitas budaya, meningkatkan daya tarik wisata, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
Selain pertukaran pengetahuan, program ini juga membuka peluang pengembangan proyek instalasi seni publik di Jakarta yang akan melibatkan seniman lokal bersama mitra budaya dari Milan.
Karya seni tersebut nantinya lahir dari proses kolaborasi, dialog, dan pertukaran gagasan lintas komunitas sehingga menciptakan identitas seni yang lebih inklusif dan berkelas internasional. Ke depan, seniman dan praktisi budaya dari Milan dijadwalkan datang ke Jakarta pada 18–24 Juli 2026 dalam rangkaian lanjutan Leadership Exchange Programme Jakarta.
Agenda tersebut akan diisi dengan lokakarya, pertukaran pengetahuan, hingga pengembangan instalasi seni publik bersama seniman Jakarta. Dalam kesempatan itu, Rano Karno juga melakukan diskusi strategis dengan Isabella Valentini terkait penguatan kolaborasi budaya dan peluang pengembangan jejaring kota kreatif dunia.
Pemprov DKI berharap kerja sama ini mampu menghadirkan ruang publik Jakarta yang lebih humanis, kreatif, dan merepresentasikan karakter budaya lokal di tengah transformasi Jakarta menuju kota global modern.
Kolaborasi budaya Jakarta dan Milan ini sekaligus menjadi langkah nyata memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang tetap menjaga akar budaya dan identitas lokalnya.
Rano Karno menghadiri pelaksanaan Leadership Exchange Programme Jakarta–Milan di Museo delle Culture atau MUDEC, Milan, pada 9–16 Mei 2026 (Pemprov DKI)