Ntvnews.id, Filipina - Suasana menegangkan terjadi di Gedung Senat Filipina setelah suara tembakan terdengar di area parlemen dan memicu kepanikan, pada Rabu, 13 Mei 2026.
Dilansir dari Channelnewsasia, insiden itu terjadi saat aparat keamanan disebut berusaha memburu Senator Ronald Dela Rosa yang tengah diburu oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah orang dilaporkan berlarian mencari perlindungan di dalam kompleks legislatif di Manila. Meski begitu, hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun luka.
Sekretaris Senat Filipina, Mark Llandro Mendoza mengatakan situasi sempat kacau setelah terdengar letusan senjata di area gedung parlemen.
Baca Juga: Parlemen Filipina Setujui Pemakzulan Wapres Sara Duterte
Ronald Dela Rosa diketahui merupakan mantan Kepala Kepolisian Filipina sekaligus tokoh utama dalam kebijakan “perang melawan narkoba” era mantan Presiden Rodrigo Duterte.
ICC yang berbasis di The Hague sebelumnya membuka surat perintah penangkapan terhadap Dela Rosa atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan. Tuduhan tersebut berkaitan dengan operasi antinarkoba berdarah yang menewaskan ribuan orang di Filipina.
Kasus yang menjerat Dela Rosa serupa dengan dakwaan yang sebelumnya dikenakan kepada Rodrigo Duterte, yang kini menunggu proses persidangan di ICC setelah dipindahkan ke Den Haag tahun lalu.
Baca Juga: Spesifikasi Airbus A400M TNI AU yang Antar Maung Prabowo ke KTT ASEAN Filipina
Meski demikian, Ronald Dela Rosa membantah terlibat dalam pembunuhan ilegal selama operasi antinarkoba berlangsung. Dalam sebuah video yang diunggah melalui Facebook dari kantor Senat tempat ia berlindung sejak Senin, Dela Rosa meminta dukungan masyarakat agar dirinya tidak diserahkan ke ICC.
"Saya memohon kepada Anda, saya harap Anda dapat membantu saya. Jangan biarkan warga Filipina lainnya dibawa ke Den Haag," ujarnya, dikutip Kamis, 14 Mei 2026.
Senator berusia 64 tahun itu saat ini berada di bawah perlindungan legislatif di kompleks Senat Filipina.
Sekretaris Senat Mark Llandro Mendoza mengatakan petugas penegak hukum yang diduga berasal dari National Bureau of Investigation atau NBI sempat mencoba memasuki gedung Senat dan melepaskan tembakan.
Namun, Direktur NBI, Melvin Matibag, membantah pihaknya mengirim agen ke lokasi.
"Saya sudah berbicara dengan menteri (kehakiman) dan dia menyuruh saya menunggu instruksi. Kami sama sekali belum melakukan persiapan apa pun," katanya.
Ronald dela Rosa (YouTube NTV)