A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Xi Jinping ke Trump: Dunia Sedang Hadapi Perubahan Besar - Ntvnews.id

Xi Jinping ke Trump: Dunia Sedang Hadapi Perubahan Besar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mei 2026, 05:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden China Xi Jinping bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat di Busan, Korea Selatan, (30/10/2025). (ANTARA/HO-Xinhua/Shen Hong) Arsip - Presiden China Xi Jinping bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat di Busan, Korea Selatan, (30/10/2025). (ANTARA/HO-Xinhua/Shen Hong) (Antara)

Ntvnews.id, Beijing - Presiden China Xi Jinping mengingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa dunia saat ini tengah menghadapi perubahan besar yang belum pernah terjadi dalam satu abad terakhir.

Xi bahkan menilai kondisi global kini telah memasuki titik persimpangan baru di tengah meningkatnya gejolak dan transformasi internasional.

"Saat ini, perubahan besar yang belum pernah terjadi dalam satu abad sedang berlangsung semakin cepat. Situasi internasional diwarnai gejolak dan transformasi, dan dunia telah tiba di persimpangan baru," ujar Xi Jinping dalam pidato pembukaan saat menyambut Trump di The Great Hall of the People, Beijing, dikutip  dadi AFP, Jumat, 15 Mei 0226.

Dalam kesempatan itu, Xi menegaskan bahwa China dan Amerika Serikat sebagai dua negara besar seharusnya memperkuat kerja sama dibanding mempertajam persaingan di tengah tantangan geopolitik global.

Baca Juga: KPK Diminta Tindak Persoalan Dana Konsinyasi Tol Cisumdawu

Ia juga menyinggung konsep “Thucydides Trap” atau jebakan Thukydides, sebuah teori dalam hubungan internasional yang menggambarkan potensi konflik antara kekuatan lama dan kekuatan baru yang sedang bangkit.

"Apakah China dan Amerika Serikat dapat melampaui apa yang disebut sebagai 'Thucydides Trap' dan menciptakan paradigma baru bagi hubungan antarnegara besar?" paparnya.

Teori tersebut dipopulerkan ilmuwan Harvard Graham Allison berdasarkan pengamatan sejarawan Yunani kuno Thucydides mengenai Perang Peloponnesia antara Sparta sebagai kekuatan mapan dan Athena sebagai kekuatan yang sedang tumbuh.

Secara umum, konsep itu menggambarkan bahwa persaingan antara negara besar kerap berujung pada konflik ketika kekuatan baru dianggap mengancam dominasi pihak lama.

Arsip - Presiden China Xi Jinping (kanan) bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Busan, Korea Selatan 30 Oktober 2025.(ANTARA/HO-Xinhua/Huang Jingwen) <b>(Antara)</b> Arsip - Presiden China Xi Jinping (kanan) bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Busan, Korea Selatan 30 Oktober 2025.(ANTARA/HO-Xinhua/Huang Jingwen) (Antara)

Xi menilai kedua negara memiliki peluang besar untuk memperoleh manfaat bersama apabila memilih jalur kerja sama ketimbang persaingan terbuka.

Ia juga mempertanyakan apakah Beijing dan Washington mampu mengesampingkan perbedaan demi kepentingan global yang lebih luas.

"Apakah kita dapat bergandengan tangan untuk menghadapi tantangan global dan membawa stabilitas yang lebih besar bagi dunia? Ketika kedua pihak bekerja sama, keduanya akan memperoleh keuntungan. Ketika kedua pihak bertarung, keduanya akan menderita," kata Xi.

"Kita seharusnya menjadi mitra, bukan rival, mencapai keberhasilan bersama, berkembang bersama, dan menemukan cara yang tepat bagi negara-negara besar untuk hidup berdampingan di era baru," tambahnya.

Trump sendiri tiba di Beijing pada Rabu, 13 Mei 2026 malam menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One untuk menjalani kunjungan selama dua hari ke China.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan Nasional, TNI AL Gelar Panen Raya Kedelai di Nganjuk

Dalam lawatan tersebut, Trump turut didampingi sejumlah petinggi perusahaan besar Amerika Serikat, di antaranya CEO Nvidia Jensen Huang dan CEO Tesla Elon Musk.

Setibanya di Great Hall of The People, Trump mendapat sambutan resmi dengan karpet merah dan barisan ratusan pelajar China yang membawa bendera kecil kedua negara sambil meneriakkan ucapan selamat datang.

Kedua pemimpin negara dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan sebelum Trump melanjutkan agenda kunjungannya ke Temple of Heaven, situs bersejarah peninggalan kekaisaran China.

Xi Jinping juga menyampaikan harapannya agar pertemuan tersebut dapat membuka pembahasan lebih lanjut mengenai isu perdagangan, khususnya terkait kebijakan tarif yang selama ini diberlakukan pemerintahan Trump.

x|close