A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Poin Penting Pertemuan Trump dan Xi Jinping - Ntvnews.id

Poin Penting Pertemuan Trump dan Xi Jinping

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mei 2026, 06:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden China Xi Jinping (kanan) bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Busan, Korea Selatan 30 Oktober 2025.(ANTARA/HO-Xinhua/Huang Jingwen) Arsip - Presiden China Xi Jinping (kanan) bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Busan, Korea Selatan 30 Oktober 2025.(ANTARA/HO-Xinhua/Huang Jingwen) (Antara)

Ntvnews.id, Beijing - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan bilateral di Beijing, Kamis, 14 Mei 2026 untuk membahas berbagai isu strategis global mulai dari perang Iran, perang dagang, hingga persoalan Taiwan.

Pertemuan kedua pemimpin berlangsung di Gedung The Great Hall of the People yang berada di sisi barat Lapangan Tiananmen, Beijing, China.

Selain agenda bilateral, Trump dan Xi juga dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan sebelum Presiden AS melanjutkan kunjungan ke Temple of Heaven, situs bersejarah peninggalan kekaisaran China.

Berikut sejumlah poin penting dalam pertemuan kedua pemimpin negara tersebut:

Trump Boyong Bos Teknologi AS

Arsip - Presiden China Xi Jinping bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat di Busan, Korea Selatan, (30/10/2025). (ANTARA/HO-Xinhua/Shen Hong) <b>(Antara)</b> Arsip - Presiden China Xi Jinping bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat di Busan, Korea Selatan, (30/10/2025). (ANTARA/HO-Xinhua/Shen Hong) (Antara)

Dalam lawatannya ke China, Trump turut membawa sejumlah tokoh besar industri teknologi Amerika Serikat, seperti CEO Tesla Elon Musk, CEO Nvidia Jensen Huang, dan CEO Apple Tim Cook.

Trump menyebut kehadiran para petinggi perusahaan teknologi itu sebagai bentuk penghormatan kepada China.

"Kami memiliki orang-orang yang luar biasa, dan mereka semua mendukung saya," kata Trump dalam sambutan pembukaannya.

"Kami menghubungi 30 orang teratas di dunia. Setiap orang di antara mereka setuju, dan saya tidak ingin yang kedua atau ketiga di perusahaan," imbuhnya.

Selain Musk, Huang, dan Cook, Trump juga didampingi CEO Boeing Robert “Kelly” Ortberg yang sebelumnya dikenal sebagai mantan CEO Rockwell Collins.

Trump Puji Xi Jinping

Dalam pertemuan tersebut, Trump beberapa kali melontarkan pujian kepada Xi Jinping. Ia menyebut hubungan Amerika Serikat dan China terus berkembang positif selama keduanya memimpin negara masing-masing.

Trump bahkan mengaku memiliki hubungan yang “fantastis” dengan Xi dan mengklaim relasi bilateral keduanya menjadi salah satu yang paling panjang dibanding presiden AS sebelumnya.

Baca Juga: Buku The Pancasila Market Economy Diluncurkan, Tegaskan Pentingnya Keseimbangan Pasar, Negara, dan Nilai Pancasila

"Saya sangat menghormati China dan apa yang telah Anda capai. Anda adalah pemimpin besar. Saya mengatakan itu kepada semua orang. Anda adalah pemimpin besar. Kadang orang tidak suka saya mengatakan itu, tetapi saya tetap mengatakannya karena itu benar. Saya hanya mengatakan kebenaran," ujarnya.

Xi Tekankan AS-China Jangan Jadi Rival

Sementara itu, Xi Jinping menegaskan bahwa China dan Amerika Serikat seharusnya memperkuat kerja sama, bukan mempertajam rivalitas, di tengah situasi global yang dinilai penuh gejolak.

Xi menyebut dunia kini sedang menghadapi perubahan besar yang belum pernah terjadi dalam satu abad terakhir dan telah memasuki “persimpangan baru”.

"Saat ini, perubahan besar yang belum pernah terjadi dalam satu abad sedang berlangsung semakin cepat. Situasi internasional diwarnai gejolak dan transformasi, dan dunia telah tiba di persimpangan baru," ujar Xi Jinping.

Ia juga menyinggung konsep “Thucydides Trap”, yakni teori geopolitik yang menggambarkan potensi konflik antara kekuatan lama dan kekuatan baru yang sedang bangkit.

"Apakah China dan Amerika Serikat dapat melampaui apa yang disebut sebagai 'Thucydides Trap' dan menciptakan paradigma baru bagi hubungan antarnegara besar?" paparnya menambahkan.

Menurut Xi, kedua negara dapat memperoleh keuntungan bersama apabila mengedepankan kolaborasi dibanding persaingan.

Xi Ingatkan Trump Soal Taiwan

Dalam kesempatan itu, Xi Jinping juga memperingatkan Trump agar tidak mengambil langkah keliru terkait Taiwan.

Xi menegaskan isu Taiwan merupakan persoalan paling sensitif dalam hubungan antara China dan Amerika Serikat.

"Masalah Taiwan merupakan isu terpenting dalam hubungan China-AS," kata Xi, menurut pernyataan media pemerintah China yang dikutip AFP.

"Jika ditangani dengan salah, kedua negara bisa berselisih atau bahkan terlibat konflik, yang akan mendorong seluruh hubungan China-AS ke dalam situasi yang sangat berbahaya," tambahnya.

Xi kembali menegaskan bahwa AS dan China seharusnya menjadi mitra strategis yang mampu mengesampingkan perbedaan demi kepentingan bersama dan stabilitas dunia.

x|close