A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Tolak Final LCC Kalbar Diulang, MPR RI Tunggu Surat dari SMAN 1 Pontianak - Ntvnews.id

Tolak Final LCC Kalbar Diulang, MPR RI Tunggu Surat dari SMAN 1 Pontianak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mei 2026, 07:17
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Lomba Cerdas Cermat MPR RI Lomba Cerdas Cermat MPR RI (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 memasuki babak baru. Setelah SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak ingin final diulang dan memilih menerima hasil yang telah ditetapkan, pimpinan MPR RI kini menunggu surat resmi dari pihak sekolah sebagai dasar pengambilan keputusan lanjutan.

Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, mengungkapkan bahwa jajaran pimpinan sekolah SMAN 1 Pontianak telah datang ke kompleks MPR pada Kamis (14/5) untuk menyampaikan sikap mereka secara langsung. Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Ketua Badan Sosialisasi Empat Pilar Abraham Liyanto, serta Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah.

Dalam pertemuan itu, pihak sekolah disebut telah menyampaikan sikap internal mereka untuk menerima hasil kompetisi. SMAN 1 Pontianak, yang sebelumnya menjadi sorotan usai polemik penilaian di final, memutuskan tetap menghormati hasil akhir dan mengakui posisi sebagai juara kedua. Sekolah tersebut juga menyatakan dukungannya kepada SMAN 1 Sambas agar dapat mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional.

Kepala Sekolah SMAN 1 bersama Wakil Kepala Sekolah menyatakan bahwa secara internal, SMAN 1 telah menerima hasil sesuai dengan apa yang telah diputuskan dan mereka menjadi juara 2 dan mendukung SMA Sambas untuk bisa menjadi wakil dari Kalimantan Barat di tingkat final nasional,” kata Eddy kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).

Meski demikian, MPR belum mengambil keputusan final terkait permintaan agar laga ulang dibatalkan. Eddy menjelaskan bahwa lembaganya masih menunggu surat resmi dari SMAN 1 Pontianak sebagai landasan administratif sebelum rapat internal dilakukan.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Bakal Naik Lagi, Ini Penyebabnya

“Kami selaku penyelenggara dari LCC, menunggu dari SMAN 1 untuk bisa mengirimkan (surat) juga kepada MPR secara resmi, sehingga nanti di MPR kita bisa rapatkan keputusan dan membuat keputusan baru agar apa yang diminta oleh teman-teman SMAN 1 itu bisa tentu kita penuhi berdasarkan surat permintaan yang mereka kirimkan,” ujarnya.

Menurut Eddy, langkah SMAN 1 Pontianak menunjukkan sikap dewasa dalam menyikapi dinamika kompetisi. Ia mengapresiasi keputusan sekolah yang tetap memberi dukungan kepada peserta lain dan tidak membiarkan polemik memudarkan semangat kebangsaan yang menjadi tujuan utama LCC Empat Pilar.

“Kami menghormati dan mengapresiasi apa yang sudah diputuskan oleh SMAN 1, apalagi mengatakan bahwa SMAN 1 akan mendukung SMA Sambas untuk maju nanti di final,” ujarnya.

Eddy menilai keputusan tersebut mencerminkan sikap legawa dan sportivitas. Terlebih, SMAN 1 Pontianak disebut masih berkomitmen mengikuti ajang LCC Empat Pilar MPR di masa mendatang.

“Jadi artinya semangatnya tidak surut, dan ini kami sangat hargai dan inilah sesungguhnya semangat ke-Indonesiaan yang kami ingin bangun melalui sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI,” ungkap Eddy.

Di sisi lain, evaluasi terhadap dua juri yang menjadi sorotan dalam final LCC Kalbar masih berlangsung. MPR telah meminta Sekretariat Jenderal melakukan kajian menyeluruh terhadap kinerja dan sikap para juri sebelum menentukan langkah berikutnya.

“Pimpinan MPR telah menginstruksikan Sekjen MPR untuk melakukan evaluasi pengkajian terhadap kinerja juri, sikap juri, untuk kemudian dilaporkan kepada pimpinan MPR,” tuturnya.

“Nah dari situ nanti pimpinan MPR akan memutuskan berupa tindakan apa yang kiranya akan diambil terhadap para juri tersebut. Jadi kita masih menunggu hasil evaluasi dan rekomendasi dari Sekjen MPR,” imbuh dia.

x|close