Ntvnews.id, Jakarta - Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengungkapkan rata-rata satu anak Palestina meninggal dunia setiap pekan di wilayah pendudukan Tepi Barat sejak Januari 2025.
Juru Bicara UNICEF James Elder dalam konferensi pers di Jenewa, Jumat, 15 Mei 2026, mengatakan sedikitnya 70 anak Palestina tewas sepanjang periode tersebut.
"Artinya, 70 anak Palestina meninggal dunia dalam kurun waktu ini. Sebanyak 93 persen di antaranya meninggal di tangan pasukan Israel dan 850 anak lainnya terluka," kata Elder.
Menurut Elder, tingginya jumlah korban anak tidak hanya disebabkan agresi dan serangan militer Israel yang intensif, tetapi juga berkaitan dengan kekerasan berkepanjangan yang terus berlangsung di wilayah tersebut. Ia menilai dampak yang dialami anak-anak Palestina merupakan kondisi yang tidak dapat ditoleransi.
Baca Juga: 2 Pengemudi Truk Air Tewas Ditembak di Gaza, UNICEF Kecam Keras
UNICEF mencatat pada Maret 2026 terjadi jumlah tertinggi warga Palestina yang mengalami luka akibat serangan pemukim dalam dua dekade terakhir. Mayoritas anak-anak yang menjadi korban meninggal dunia maupun terluka disebut terkena peluru tajam, sementara sebagian lainnya mengalami penusukan, pemukulan, hingga penyemprotan cairan merica.
Elder menegaskan kekerasan yang terjadi bukanlah insiden terpisah, melainkan bagian dari pola pelanggaran serius terhadap hak-hak anak yang berlangsung terus-menerus. Pelanggaran tersebut mencakup serangan terhadap rumah, sekolah, hingga sumber air yang digunakan anak-anak Palestina.
UNICEF juga memperingatkan bahwa ancaman terhadap anak-anak Palestina tidak hanya datang dari serangan langsung, tetapi juga dari penghancuran berbagai fasilitas penting penunjang kehidupan seperti rumah tinggal, sekolah, infrastruktur air, dan akses layanan kesehatan.
"Penderitaan mereka tidak dapat dinormalisasi," tegasnya.
Baca Juga: BPS Perkuat Kolaborasi dengan UNICEF untuk Tingkatkan Kualitas Data Perlindungan Anak
UNICEF mendesak otoritas pendudukan Israel segera mengambil langkah tegas untuk mencegah pembunuhan dan penganiayaan lebih lanjut terhadap anak-anak Palestina serta melindungi rumah, sekolah, dan akses air sesuai ketentuan hukum internasional.
Selain itu, UNICEF juga meminta negara-negara anggota PBB menggunakan pengaruh dan kewenangannya untuk memastikan hukum internasional dihormati dan dijalankan.
(Sumber: Antara)
Arsip - Seorang anak bersama pengungsi lainnya menunggu pembagian makanan gratis dari pusat distribusi makanan di Kota Gaza, Palestina (14/7/2025). (ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad/am) (Antara)