Belarus Ungkap 50 Kasus Hantavirus di Negaranya Setiap Tahun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mei 2026, 15:23
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilstrasi - Hantavirus (7/5/2026). (ANTARA/Anadolu Agency/pri) Ilstrasi - Hantavirus (7/5/2026). (ANTARA/Anadolu Agency/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Minsk - Belarus menyebut kasus infeksi hantavirus di negaranya tergolong jarang terjadi, dengan rata-rata sekitar 50 orang menjalani perawatan rumah sakit setiap tahun akibat demam berdarah dengan sindrom ginjal atau Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

Data tersebut berasal dari layanan medis Departemen Keuangan dan Logistik Direktorat Regional Gomel Kementerian Dalam Negeri Belarus yang ditemukan koresponden RIA Novosti pada Rabu, 13 Mei 2026.

"Infeksi hantavirus di Republik Belarus, terdeteksi sebagai kasus terisolasi setiap tahun, dengan rata-rata sekitar 50 orang per tahun dirawat di rumah sakit disertai HFRS," menurut pernyataan kementerian tersebut.

Disebutkan dalam pernyataan itu, sebagian besar infeksi hantavirus tidak ditularkan ke sesama manusia.

Baca Juga: Kemenkes Siagakan 51 Balai Karantina Kesehatan untuk Antisipasi Penyebaran Hantavirus

Infeksi virus tersebut pada manusia berasal dari hewan pengerat, dengan kasus paling parah akibat menghirup debu yang mengandung kotoran hewan pengerat.

Para spesialis medis juga meyakini penyebaran infeksi lebih lanjut di luar kapal pesiar sangat tidak mungkin.

"Hal itu utamanya karena semua penumpang telah diisolasi di fasilitas medis khusus dan akan tetap di karantina hingga 45 hari ke depan."

Namun demikian, mereka tidak mengesampingkan kemungkinan kasus baru terdeteksi di antara penumpang yang saat ini sedang menjalani karantina.

Baca Juga: Wamenkes Pastikan Kasus Hantavirus di Indonesia Tergolong Ringan dan Tidak Mematikan

Sebelumnya, wabah hantavirus mematikan terjadi di kapal pesiar Belanda MV Hondius yang berlayar dari Argentina menuju Cape Verde, dengan tiga orang dilaporkan meninggal dunia.

Kapal pesiar tersebut tiba di lepas pantai Kepulauan Canary pada Sabtu, 9 Mei 2026, dan para penumpangnya langsung dievakuasi.

Pada Selasa, 12 Mei 2026, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan terdapat 11 kasus hantavirus di kapal tersebut, dengan sembilan di antaranya dipastikan sebagai virus Andes.

(Sumber: Antara)

x|close