A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Menteri Energi AS Prediksi Selat Hormuz Dibuka Kembali Akhir Musim Panas 2026 - Ntvnews.id

Menteri Energi AS Prediksi Selat Hormuz Dibuka Kembali Akhir Musim Panas 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Mei 2026, 09:10
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz. ANTARA/Anadolu/ Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz. ANTARA/Anadolu/ (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright mengatakan Selat Hormuz diperkirakan dapat kembali dibuka paling lambat pada musim panas 2026, tepatnya sekitar akhir Agustus hingga akhir September 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Wright pada Jumat, 15 Mei 2026, di tengah masih berlangsungnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait jalur pelayaran strategis tersebut.

Dalam wawancara dengan CNBC dari terminal LNG di Cameron, Louisiana, Wright mengatakan peluang tercapainya kesepakatan diplomatik dengan Iran masih terbuka dalam waktu dekat.

Baca Juga: Menlu Iran Akui Ada Ranjau di Selat Hormuz

Ia juga memperingatkan bahwa militer Amerika Serikat dapat turun tangan apabila Iran terus mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

“Jika Iran terus menyandera ekonomi dunia, militer AS akan memaksa pembukaan Selat Hormuz, tetapi itu bukan hal yang mudah dilakukan,” kata Wright, sembari menambahkan bahwa negosiasi tetap menjadi opsi yang diutamakan.

Perkiraan pembukaan kembali Selat Hormuz masih dibayangi ketidakpastian akibat rapuhnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Pakistan sejak Selasa, 8 April 2026.

Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump.

Ketegangan di kawasan tersebut juga berdampak pada sektor energi global.

American Automobile Association (AAA) melaporkan harga rata-rata bensin nasional di Amerika Serikat mencapai 4,53 dolar AS atau sekitar Rp79 ribu per galon pada Jumat, 15 Mei 2026.

Baca Juga: PLN EPI Proyeksikan Kebutuhan LNG Nasional Melonjak hingga 2034

Kondisi itu memicu kembali perdebatan politik mengenai usulan Donald Trump untuk menangguhkan pajak bensin federal di Amerika Serikat.

Selain itu, Wright menyebut ekspor LNG atau gas alam cair Amerika Serikat meningkat untuk membantu mengimbangi gangguan pasokan energi akibat krisis di Selat Hormuz.

(Sumber: Antara)

x|close