Ntvnews.id, Tepi Barat - Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa pasukan Israel menembak mati seorang pria di Kamp Pengungsi Jenin, Tepi Barat. Namun pihak militer Israel memberikan keterangan berbeda dengan menyebut penembakan terjadi karena korban diduga mencoba menyusup ke area tersebut.
Dilansir dari AFP, Senin, 18 Mei 2026, korban diketahui bernama Nour al-Din Kamal Hassan Fayyad (34). Ia dilaporkan tewas akibat tembakan pasukan Israel di kawasan Kamp Jenin.
Bulan Sabit Merah Palestina menyebut tim medis mereka menerima seorang pria tanpa tanda-tanda kehidupan setelah dievakuasi dari dalam kamp. Korban disebut mengalami luka tembak di bagian paha sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, militer Israel menyatakan bahwa pasukannya melepaskan tembakan setelah korban berupaya memasuki Kamp Jenin yang tengah menjadi area operasi militer.
"Tentara IDF mengidentifikasi seorang tersangka yang mencoba menyusup ke daerah Kamp Jenin, tempat tentara beroperasi, dan masuk dilarang," kata militer dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Erdogan Sebut Israel Jadi Pemicu Utama Krisis Timur Tengah
Menurut keterangan militer Israel, pasukan awalnya telah melepaskan tembakan peringatan, namun pria tersebut tetap mendekat ke area yang dijaga.
"Setelah tersangka menolak untuk mematuhi perintah dan terus berusaha mendekati area tersebut, para tentara menembak ke arahnya, mengakibatkan luka-lukanya," demikian pernyataan militer Israel.
Militer juga mengklaim bahwa setelah penembakan terjadi, prajurit mereka sempat memberikan pertolongan medis awal sebelum menyerahkan korban kepada Bulan Sabit Merah Palestina.
Sejak Januari tahun lalu, Israel melancarkan operasi militer besar di sejumlah kamp pengungsi di wilayah utara Palestina dengan dalih menumpas kelompok bersenjata. Operasi tersebut menyasar Kamp Jenin dan Tulkarem, yang menurut UNRWA telah menyebabkan hampir 40.000 warga Palestina mengungsi.
Israel diduga membangun pangkalan militer rahasia di wilayah gurun Irak sebagai pusat operasi untuk melancarkan serangan udara terhadap Iran. (Foto: Reuters)
Otoritas Israel juga diketahui membatasi akses ke Kamp Jenin, hanya mengizinkan warga masuk secara terbatas untuk mengambil barang-barang mereka.
Sejak eskalasi konflik di Gaza pada Oktober 2023, kekerasan di Tepi Barat terus meningkat. Wilayah tersebut telah berada di bawah pendudukan Israel sejak 1967 dan hampir setiap hari mengalami insiden kekerasan.
Data AFP yang bersumber dari Kementerian Kesehatan Palestina mencatat sedikitnya 1.073 warga Palestina tewas sejak saat itu, termasuk sejumlah militan. Sementara itu, data resmi Israel menyebut sedikitnya 46 warga Israel juga tewas dalam serangan Palestina maupun operasi militer yang berlangsung dalam periode yang sama.
Ilustrasi - Pasukan militer Israel. (ANTARA/Anadolu)