Ntvnews.id, Washington D.C - Maskapai penerbangan Qantas asal Australia terpaksa mengubah rute penerbangan menuju Amerika Serikat setelah seorang penumpang pria membuat keributan di dalam pesawat. Insiden itu bahkan dilaporkan melibatkan aksi seorang penumpang yang menggigit pramugari.
Dilansir dari AFP, Senin, 18 Mei 2026, penerbangan dari Melbourne menuju Dallas pada Jumat lalu harus melakukan pendaratan tidak terjadwal di Papeete, ibu kota Polinesia Prancis, akibat ulah penumpang yang dinilai mengganggu ketertiban di kabin.
Penumpang tersebut kemudian berhasil diamankan oleh sesama penumpang lainnya di dalam pesawat. Media lokal serta stasiun televisi nasional ABC melaporkan bahwa pria itu sempat menggigit salah satu staf Qantas.
Qantas Airlines saat tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. (Antara)
Baca Juga: Trump Klaim China Akan Beli 200 Pesawat Boeing
Setelah pesawat mendarat di Papeete, pelaku langsung ditangani oleh otoritas setempat. Ia juga dijatuhi larangan terbang menggunakan seluruh layanan maskapai Qantas.
"Keselamatan pelanggan dan kru kami adalah prioritas utama kami dan kami tidak mentolerir perilaku yang mengganggu atau mengancam di penerbangan kami," kata juru bicara Qantas kepada AFP.
Ilustrasi Pesawat (Istimewas)