Yusril: Hubungan Indonesia-AS Kian Kuat, Didukung Komunikasi Intensif Prabowo dan Trump

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jun 2026, 14:52
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Arsip. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra dalam kegiatan konsolidasi bersama tiga kementerian teknis di bawah Kemenko Kumham Imipas, di Jakarta, Senin (8/6/2026). ANTARA/HO-Kemenko Kumham Imipas R Arsip. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra dalam kegiatan konsolidasi bersama tiga kementerian teknis di bawah Kemenko Kumham Imipas, di Jakarta, Senin (8/6/2026). ANTARA/HO-Kemenko Kumham Imipas R (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI Yusril Ihza Mahendra menegaskan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat terus berkembang dalam semangat saling menghormati serta kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Yusril saat menghadiri perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat ke-250 di Jakarta, Menurutnya, sejak hubungan kedua negara ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada 2023, berbagai kerja sama terus diperkuat di sejumlah sektor strategis.

"Komunikasi dan pertemuan yang erat antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump mencerminkan komitmen bersama untuk menghadirkan manfaat konkret bagi kedua bangsa," ucap Yusril seperti dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.

Yusril menilai fondasi hukum dan kelembagaan memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan dan kepastian dalam hubungan bilateral kedua negara. Menurutnya, aspek tersebut menjadi modal utama untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang yang menjadi kepentingan bersama.

Ia menjelaskan hubungan ekonomi masih menjadi salah satu pilar utama kemitraan Indonesia dan Amerika Serikat. Negeri Paman Sam saat ini merupakan salah satu tujuan ekspor terbesar Indonesia sekaligus sumber penting investasi asing yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Di Seminar Nasional GEKIRA, Dok Mo: MBG Jawaban Masalah Gizi Nasional

Selain itu, Yusril melihat peluang kolaborasi kedua negara masih sangat terbuka, mulai dari sektor energi, teknologi maju, ketahanan pangan, inovasi digital, hingga penguatan rantai pasok global yang lebih tangguh.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia berkomitmen menjadi negara yang kuat, berdaulat, dan sejahtera. Karena itu, ketahanan ekonomi, pangan, energi, penguasaan teknologi tinggi, dan penguatan pertahanan nasional menjadi bagian penting dari agenda pembangunan yang juga membuka ruang kerja sama dengan mitra strategis seperti Amerika Serikat.

Di luar hubungan antarpemerintah, Yusril juga menyoroti pentingnya interaksi antarmasyarakat dalam mempererat hubungan kedua negara. Ia menyebut ribuan mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Amerika Serikat serta kehadiran warga Amerika di Indonesia sebagai akademisi, pelaku usaha, seniman, maupun wisatawan menjadi jembatan yang memperkuat hubungan persahabatan.

Menurut Yusril, hubungan Indonesia dan Amerika Serikat juga tumbuh melalui pertukaran budaya dan berbagai minat bersama. Mulai dari musik jazz dan gamelan, olahraga basket dan bulu tangkis, hingga budaya kopi dan fesyen yang mencerminkan keterbukaan masyarakat kedua negara.

Ia juga menekankan semakin besarnya peran generasi muda Indonesia dan Amerika Serikat dalam membangun kerja sama di bidang teknologi, perusahaan rintisan, industri kreatif, olahraga, perfilman, dan musik.

Yusril menilai diplomasi modern tidak hanya dibangun melalui pertemuan resmi antarpemimpin negara, tetapi juga melalui kontribusi generasi muda yang menjadi inovator, kreator, dan pemimpin masa depan.

Arsip - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra memberikan keterangan kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/4/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi/aa. <b>(Antara)</b> Arsip - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra memberikan keterangan kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/4/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi/aa. (Antara)

Dalam kesempatan itu, Yusril turut menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah dan rakyat Amerika Serikat atas peringatan 250 tahun kemerdekaan negara tersebut.

“Peringatan ini bukan hanya perayaan kemerdekaan, melainkan juga perayaan persahabatan yang terus mendekatkan Indonesia dan Amerika Serikat,” ujar Menko Yusril.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kemitraan Indonesia-Amerika Serikat demi mendorong terciptanya perdamaian, kemakmuran, keadilan, dan hubungan yang semakin erat antara kedua bangsa.

Menurut Yusril, persahabatan Indonesia dan Amerika Serikat diharapkan tidak hanya berkembang dalam lingkup pemerintahan, tetapi juga menjadi ikatan yang kuat di antara masyarakat kedua negara, termasuk pelajar, seniman, pengusaha, hingga keluarga yang menjadi bagian dari hubungan bilateral yang terus tumbuh.

x|close