Filipina Desak China Singkirkan Struktur Terapung di Laut China Selatan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jun 2026, 06:27
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Arsip - Ilustrasi - Laut China Selatan. ANTARA/Anadolu/py Arsip - Ilustrasi - Laut China Selatan. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Ntvnews.id, Beijing - Ketegangan antara Filipina dan China kembali meningkat terkait sengketa di Laut China Selatan. Pemerintah Filipina meminta Beijing segera memindahkan struktur terapung yang ditemukan di kawasan Scarborough Shoal dan menegaskan tidak akan membiarkan atol tersebut dikembangkan menjadi pulau buatan.

Dilansir dari Reuters, Sabtu, 13 Juni 202, Manila telah mengajukan protes diplomatik kepada China pada Selasa, 9 Juni 2026 erkait keberadaan sebuah struktur yang disebut sebagai "platform bergerak". Penjaga Pantai Filipina menduga platform tersebut dikerahkan oleh kapal riset milik China.

Juru bicara Angkatan Laut Filipina, Roy Trinidad, menegaskan pihaknya akan terus mengambil langkah untuk mencegah perubahan status kawasan yang dikenal di Filipina sebagai Bajo de Masinloc tersebut.

"Dari sudut pandang pertahanan dan keamanan, kami melakukan apa yang kami bisa untuk menjalankan mandat kami, dan itu termasuk mencegah Bajo de Masinloc dikembangkan menjadi pulau buatan lainnya," kata Trinidad.

Dalam konferensi pers pada Rabu, 10 Juni 2026 pejabat keamanan Filipina memperlihatkan sejumlah foto struktur terapung tersebut. Gambar-gambar itu memperlihatkan sebuah platform berbentuk persegi dengan beberapa orang berada di atasnya, serta antena yang terpasang di bagian tengah.

Struktur tersebut tampak dibangun menggunakan papan kayu yang membentuk dek utama dan dikelilingi alat apung berbentuk silinder di sekelilingnya.

Hingga kini, pemerintah China belum memberikan konfirmasi maupun bantahan terkait keterlibatan mereka dalam pemasangan struktur terapung tersebut.

Baca Juga: Kapal Taiwan dan China Saling Hadang di Laut China Selatan

Meski demikian, Kementerian Luar Negeri China pada Selasa, 9 Juni 2026, kembali menegaskan bahwa Beijing memiliki "kedaulatan yang tak terbantahkan" atas Scarborough Shoal. China juga menyatakan seluruh aktivitas yang dilakukan di kawasan tersebut, termasuk penelitian ilmiah, merupakan tindakan yang sah.

Sebelumnya, Reuters memperoleh citra satelit yang menunjukkan keberadaan platform tersebut. Namun, citra yang diambil pada 1 Juni memperlihatkan struktur itu sudah tidak berada di lokasi yang sama. Sementara itu, Penjaga Pantai Filipina menyatakan platform tersebut masih berada di atol yang disengketakan itu.

Profesor hukum maritim dari Universitas Filipina, Jay Batongbacal, menilai kemunculan struktur tersebut mengingatkannya pada proses pembangunan Mischief Reef, salah satu dari tujuh pulau buatan yang dibangun China di wilayah sengketa Laut China Selatan.

Pulau buatan tersebut saat ini diketahui telah dilengkapi dengan landasan pacu, sistem radar, hingga rudal permukaan-ke-udara.

"Mereka memulai dengan pangkalan, kemudian gubuk-gubuk kecil yang terus ditingkatkan," kara Batongbacal.

Hubungan Manila dan Beijing dalam beberapa tahun terakhir terus diwarnai ketegangan akibat serangkaian insiden maritim di Laut China Selatan. Kawasan tersebut menjadi objek sengketa sejumlah negara, sementara China mengklaim hampir seluruh wilayah perairan itu sebagai bagian dari kedaulatannya.

Scarborough Shoal sendiri memiliki nilai strategis karena berada di dekat jalur pelayaran penting. Selain itu, kawasan tersebut juga kaya sumber daya perikanan dan memiliki laguna yang kerap menjadi tempat berlindung kapal saat cuaca buruk melanda.

x|close