Cak Imin Sebut Indonesia Darurat KS, PKB Luncurkan Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mei 2026, 22:11
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - 

*Cak Imin Sebut Indonesia Darurat KS, PKB Luncurkan Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual*

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyatakan berbagai tindak kekerasan yang terjadi di Indonesia telah berada pada level darurat. Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada Acara Temu Nasional Pondok Pesantren sekaligus peluncuran Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

“Para kiai, para ibu nyai, hadirin yang saya muliakan. Peristiwa kekerasan, baik kekerasan fisik, mental, maupun kekerasan seksual di seluruh lini terjadi. Saya secara pribadi berkesimpulan sudah sampai pada level darurat kekerasan. Penculikan anak, penistaan siswa, dan berbagai kekerasan bahkan di kampus, dan terakhir juga di pesantren,” kata Muhaimin.

Pria yang akrab disapa Cak Imin itu mengatakan, upaya mengatasi kekerasan harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni pesantren. Ia juga memberikan apresiasi kepada Ketua Umum Perempuan Bangsa Nihayatul Wafiroh yang dinilai konsisten menggerakkan perlindungan perempuan di lingkungan pesantren.

Baca Juga: Eks Wamenaker Noel Dituntut 5 Tahun Penjara

“Kita tidak mungkin mengatasi semua. Hari ini tepuk tangan kepada Prof. Dr. Nihayatul Wafiroh. Yang belum tahu, Bu Nihayah ini adalah Ketua Umum Perempuan Bangsa, Pergerakan Perempuan Partai Kebangkitan Bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu tujuan gerakan tersebut adalah menjaga nama baik pesantren dari upaya generalisasi kasus kekerasan yang terjadi di sejumlah tempat.

“Ada dua tujuan. Tujuan yang pertama tentu peristiwa-peristiwa yang terjadi jangan sampai merusak nama baik pesantren yang jumlahnya lebih besar dan lebih banyak dibanding kasus yang ada. Karena saya menangkap ada gerakan di sosial media yang menggeneralisir, mencoba memanfaatkan *case by case* untuk menggeneralisasi dan menghancurkan kebesaran pesantren-pesantren kita,” katanya.

Ia menegaskan PKB akan berada di garis depan untuk menjaga pesantren dari upaya penghancuran citra secara sistematis.

“PKB terdepan mengawal dan menjaga pesantren-pesantren dari upaya penghancuran secara sistematik. Karena pesantren telah terbukti mendidik, menyiapkan, menjadi benteng,” tegasnya.

Cak Imin juga menyinggung istilah “relasi kuasa” yang menurutnya perlu dipahami lebih konkret di lingkungan pesantren dan masyarakat luas.

“Kekerasan di tempat kerja, kekerasan hubungan patron-klien, kekerasan hubungan atasan-bawahan, kekerasan juragan dan anak buah, inilah namanya relasi kuasa. Eksploitasi terjadi di semua lini. Ini harus dirombak,” ujarnya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar  <b>(NTVnews)</b> Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (NTVnews)

Dalam kesempatan itu, ia menyebut pemerintah saat ini berkomitmen memperbaiki infrastruktur pesantren agar tidak membuka ruang terjadinya penyalahgunaan kekuasaan.

“Kebetulan saya Menko Pemberdayaan Masyarakat, saya termasuk disaksikan Pak Nasar mendengar Pak Presiden berkomitmen pesantren harus dibenahi seluruh infrastrukturnya supaya tidak memungkinkan terjadinya hal-hal hubungan relasi kuasa yang tidak baik,” katanya.

Namun demikian, Cak Imin menegaskan kasus kekerasan yang terjadi di sejumlah daerah tidak bisa digeneralisasi sebagai wajah pesantren sesungguhnya.

“Tapi saya berani menyatakan, apa yang terjadi di Pati, apa yang terjadi di Jawa Barat, bukan kiai yang sesungguhnya. Dukun macak kiai, kira-kira gitu. Dukun berkedok kiai,” katanya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pondok pesantren gratis tanpa melakukan pengecekan lebih dahulu.

“Kepada masyarakat, jangan mudah percaya dengan istilah mondok gratis, dengan istilah tanpa biaya tanpa dilakukan pengecekan,” ujarnya.

Selain pembenahan infrastruktur, Cak Imin juga menyoroti pentingnya perbaikan kurikulum pendidikan, khususnya terkait pemahaman hak-hak pribadi dan perlindungan tubuh anak sejak usia dini.

“Jujur harus kita benahi, termasuk anak begitu masuk SD, SMP, Tsanawiyah, Aliyah harus dibuka matanya tentang hak-hak pribadi yang harus dijaga dengan kuat,” katanya.

Baca Juga: Cak Imin: PKB Sejak Lama Ingin Pilkada Lewat DPRD, Saatnya Politik Lebih Kondusif

Ia menilai pendidikan di Indonesia masih tertinggal dibanding sejumlah negara maju dalam memberikan edukasi perlindungan tubuh anak.

“Sejak SD sudah diajari mana hak-hak pribadi yang harus dijaga, hak tubuhnya tidak boleh seorang anak laki-laki maupun perempuan disentuh oleh selain orang tuanya itu sejak TK, taman kanak-kanak. Tapi nampaknya di Indonesia belum, belum merata meskipun sudah sebagian besar banyak,” ujarnya.

Cak Imin menegaskan orientasi perlindungan hak tubuh santri harus menjadi bagian penting dalam kurikulum pesantren dan lembaga pendidikan lainnya.

“Nah karena itu, ini kurikulum pembenahan kurikulum orientasi orientasi santri mutlak,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menginstruksikan seluruh jajaran PKB untuk membuat forum serupa di seluruh daerah sebagai tindak lanjut Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual.

“Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran PKB bikin forum-forum yang sama di setiap kabupaten, di setiap provinsi untuk menjadi tindak lanjut dari Gerakan Pesantren untuk mengantisipasi berbagai tindak kekerasan,” ujarnya.

Cak Imin turut meminta aparat penegak hukum bergerak cepat menangani kasus kekerasan yang melibatkan lembaga pendidikan dan pesantren.

“Kepada Kapolri dalam hal ini diwakili oleh Ibu Nurul Azizah, saya sangat berharap mari kita gercep, gerak cepat. Saya dengar di Pati cukup lamban, di beberapa tempat agak lamban,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah daerah membuka layanan pengaduan secara luas hingga tingkat bawah.

“Kepada semua pemerintah daerah saya berharap betul buka hotline, buka hotline. Bahasanya gimana? Buka hotline sehotline-hotlinennya kira-kira begitu,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Cak Imin menegaskan pesantren tetap menjadi kekuatan moral bangsa dan tidak boleh dirusak oleh segelintir oknum.

“Insya Allah pesantren adalah kekuatan yang akan menjaga semuanya bukan dikotori oleh segelintir orang-orang yang memang zalim atas dirinya, zalim atas lingkungannya, zalim atas agamanya,” pungkasnya.

x|close