A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

RI Kecam Pencegatan Global Sumud Flotilla, Desak Israel Lepaskan Seluruh Kapal dan Awak - Ntvnews.id

RI Kecam Pencegatan Global Sumud Flotilla, Desak Israel Lepaskan Seluruh Kapal dan Awak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mei 2026, 21:37
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi -- Kapal-kapal yang ikut terlibat dalam Global Sumud Flotilla untuk Gaza, Palestina. Ilustrasi -- Kapal-kapal yang ikut terlibat dalam Global Sumud Flotilla untuk Gaza, Palestina. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia mengecam tindakan militer Israel yang mencegat rombongan kapal misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza di perairan Siprus. Dalam insiden tersebut, sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang berada dalam armada Global Sumud Flotilla turut terdampak.

Kecaman itu disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang.

“Kemlu RI mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0,” kata Yvonne dalam pernyataan resminya, Senin, 18 Mei 2026.

Menurut Yvonne, pencegatan terjadi di wilayah perairan Siprus yang berada di kawasan timur Laut Mediterania pada Senin waktu setempat.

Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah Indonesia, sedikitnya terdapat sepuluh kapal yang tergabung dalam konvoi Global Sumud Flotilla yang dicegat pasukan Israel. Beberapa di antaranya adalah kapal “Amanda”, “Barbaros”, “Josef”, dan “Blue Toys”.

Yvonne menjelaskan kapal “Josef” diketahui membawa seorang WNI bernama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) - Rumah Zakat.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia masih berupaya memastikan kondisi kapal yang membawa jurnalis Republika Bambang Noroyono beserta penumpang lainnya.

“Sementara, komunikasi masih diupayakan dengan kapal yang membawa jurnalis Republika Bambang Noroyono demi memastikan status dari kapal tersebut serta para penumpang di dalamnya.”

Kemlu RI menyebut situasi di lapangan masih berkembang dan terus dipantau secara intensif.

“Situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi,” kata Yvonne.

Pemerintah Indonesia juga mendesak Israel segera membebaskan seluruh kapal beserta awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan.

“Kemlu RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” lanjutnya.

Selain itu, Kemlu RI memastikan koordinasi terus dilakukan dengan sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di kawasan guna menjamin keselamatan para WNI yang berada dalam armada tersebut.

Indonesia juga menyerukan agar otoritas Israel tetap menjamin kelangsungan distribusi bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina sesuai ketentuan hukum humaniter internasional.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Republika

Andi Muhyiddin sebelumnya menyampaikan terdapat sembilan relawan asal Indonesia yang ikut dalam rombongan flotilla tersebut, termasuk dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Republika, intersepsi terhadap armada Global Sumud Flotilla terjadi pada Senin pagi waktu Turki di perairan Siprus, sekitar 200 mil laut dari Gaza. Saat insiden berlangsung, Bambang diketahui berada di atas kapal “Boralize”.

(Sumber: Antara)

x|close