Dubes Kuwait Temui Megawati di Menteng, Bahas Konflik Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 11:31
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Lokasi smelter milik Aman Copper Smelter, Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Xinhua Lokasi smelter milik Aman Copper Smelter, Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Xinhua (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Khalid Jassim Al-Yassin, di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 18 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Megawati dan Dubes Kuwait membahas berbagai isu geopolitik, termasuk dampak konflik berkepanjangan di Timur Tengah terhadap Indonesia serta hubungan bilateral kedua negara.

Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Megawati dalam pertemuan itu didampingi oleh Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Direktur Hubungan Luar Negeri Hanjaya Setiawan, serta politikus PDIP M. Guntur Romli.

Baca Juga: Thailand Desak Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Delapan Kapal yang Tertahan

Pada awal pertemuan, Hasto menjelaskan bahwa Duta Besar Kuwait menyampaikan apresiasi terhadap dukungan historis Indonesia bagi perjuangan rakyat Palestina.

Menurut Dubes Kuwait, konflik yang terjadi di Palestina dinilai sebagai salah satu bentuk kolonialisme terakhir yang masih berlangsung di dunia.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kuwait dan sejumlah negara Arab lainnya menaruh rasa hormat yang tinggi kepada Soekarno atau Bung Karno atas perjuangannya melawan kolonialisme yang menjadi inspirasi bagi banyak negara.

"Duta Besar Kuwait memuji peran kepemimpinan Indonesia di dunia melalui semangat Bandung, yaitu nilai solidaritas, perdamaian, dan anti-kolonialisme yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika, yang turut berkontribusi terhadap kemerdekaan Kuwait. Kuwait kemudian bergabung dengan Gerakan Non-Blok. Saat ini, Indonesia memiliki posisi yang sangat penting di kawasan Global South, terutama karena sejarah perjuangannya dalam meraih kemerdekaan yang menginspirasi negara-negara Asia dan Afrika, termasuk Kuwait," kata Hasto.

Menanggapi hal itu, Megawati menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi penting dalam sejarah penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika.

"Salah satu poin penting dalam kesepakatan Konferensi Asia-Afrika adalah dukungan terhadap kemerdekaan Palestina," ucap Megawati.

Selain membahas Palestina, Duta Besar Khalid juga menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Megawati dalam memperkuat nilai demokrasi dan toleransi di Indonesia.

Pembicaraan kemudian berlanjut pada konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah.

"Sebagai seorang ibu, saya merasakan kesedihan mendalam atas dampak perang yang tidak menentu terhadap nasib anak-anak dan para ibu di negara-negara yang dilanda konflik," ujar Megawati.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Khalid menegaskan bahwa Kuwait bukan bagian dari konflik bersenjata yang sedang berlangsung dan menolak penggunaan wilayah maupun ruang udaranya sebagai titik awal serangan terhadap negara lain.

"Namun demikian, selama hampir dua bulan terakhir Kuwait terus menghadapi serangan intensif. Serangan-serangan tersebut menyasar fasilitas sipil, seperti bandara, instalasi minyak, fasilitas pengolahan air, serta gedung-gedung pemerintah, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Serangan Iran tersebut juga merupakan pelanggaran terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta prinsip-prinsip hukum internasional. Dengan dalih bahwa serangan Iran tersebut bertujuan untuk mengganggu fasilitas dan kepentingan Amerika Serikat di Kuwait," kata Dubes Kuwait.

Baca Juga: Menteri Energi AS Prediksi Selat Hormuz Dibuka Kembali Akhir Musim Panas 2026

Khalid Jassim Al-Yassin juga menegaskan bahwa Kuwait tetap berkomitmen menjaga perdamaian dan tidak pernah mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

"Posisi tersebut telah disampaikan kepada Iran, namun diabaikan dan serangan terhadap Kuwait terus berlanjut. Kami berharap Indonesia, dengan posisi internasionalnya yang terhormat, dapat turut mendukung upaya mewujudkan perdamaian di Timur Tengah," ujar Dubes Kuwait.

Pertemuan itu turut membahas berbagai solusi terkait konflik di Timur Tengah, termasuk persoalan Selat Hormuz yang dinilai memiliki peran penting dalam perdagangan internasional dan stabilitas energi dunia.

Di akhir pertemuan, Hasto menyebut kepemimpinan Megawati terus mendapat perhatian dari dunia internasional, terlihat dari intensnya komunikasi sejumlah duta besar negara sahabat dengan dirinya.

(Sumber: Antara)

x|close