Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa keberadaan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mulai memberikan dampak nyata dalam mempercepat pendanaan pembangunan, terutama untuk kebutuhan investasi dan modal kerja guna mendukung percepatan industrialisasi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027 di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
“Danantara ternyata sudah dirasakan keampuhannya. Danantara akan mempercepat pembiayaan pembangunan khususnya investasi dan modal kerja untuk percepatan industrialisasi,” kata Prabowo.
Ia menegaskan bahwa Indonesia perlu memperkuat sektor industrialisasi nasional dengan memproduksi berbagai kebutuhan industri secara mandiri di dalam negeri.
Baca Juga: Prabowo Sebut Kekayaan Alam Indonesia Bisa Wujudkan Kemakmuran Rakyat
“Kita harus industrialisasi, kita harus bikin mobil kita sendiri, kita harus bikin motor kita sendiri, kita harus bikin televisi, komputer, handphone kita sendiri. Kita tidak boleh hanya jadi pasar untuk bangsa lain,” tegas dia.
Prabowo mengatakan pemerintah telah menghimpun sejumlah profesor dan ahli nasional untuk membantu mendorong percepatan industrialisasi tersebut.
“Saya sudah kumpulkan profesor-profesor kita. Saya sudah kumpulkan pakar-pakar kita. Saya katakan, ‘Pengabdianmu untuk bangsa, wujudkan hari ini’, tidak boleh kita menyerah, tidak boleh kita merasa rendah diri,” ujar dia.
Selain itu, Prabowo menekankan pemerintah akan terus melanjutkan kebijakan hilirisasi sumber daya alam agar komoditas mineral tidak lagi diekspor dalam bentuk bahan mentah.
“Kita tidak mau sumber daya alam kita gelondongan diekspor. Nikel sudah kita wajibkan diolah di sini. Bauksit harus diolah di sini. Nanti turunan-turunan batu bara akan kita buat di sini,” jelas Kepala Negara.
Presiden Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro (Dokumentasi TVR Parlemen)