Bantah Punya Dapur MBG, Dudung: Silakan Cek, Kalau Ketemu Saya Kasih Hadiah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Jun 2026, 13:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrahman Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrahman ( NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrahman membantah kabar yang menyebut dirinya memiliki dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.

Dudung pun menegaskan dirinya tidak memiliki dapur MBG sama sekali. Ia pun mempersilakan publik melakukan pengecekan.

"Kalau Pak Dudung punya dapur, silakan cek, saya kasih hadiah nanti. Jadi enggak ada sama sekali saya punya dapur," kata Dudung di kantornya, Rabu, 10 Juni 2026.

Dudung menjelaskan keterlibatannya hanya sebatas membantu mengenalkan pengurus pesantren yang ingin mengikuti program tersebut kepada Dadan Hindayana.

"Satu hal saya ingin menyampaikan klarifikasi, ada berita Pak Dudung katanya punya titik melalui Pak Dadan. Saya informasikan, beberapa bulan yang lalu saya kan dekat dengan pesantren," jelasnya.

Baca Juga: Prabowo Targetkan Modernisasi 350 Rumah Sakit dan 10.000 Puskesmas dalam Tiga Tahun

Ia menuturkan sejumlah pengurus pesantren, di antaranya Abah Junaidi dan Ustaz Iskandar, pernah menyampaikan kepadanya bahwa pesantren mereka berpotensi menjadi sasaran penerima manfaat program MBG.

Menurut Dudung, jumlah santri yang mencapai ribuan orang membuat pesantren tersebut dinilai layak menjadi lokasi pembangunan dapur.

"Mereka menyampaikan kepada saya bahwa ada program memang pesantren sebagai sasaran penerima manfaat. Karena di pesantren itu ada santrinya empat ribu, ada yang lima ribu, sehingga bisa ditetapkan sebagai titik untuk dapurnya," ujarnya.

Atas dasar itu, Dudung kemudian memperkenalkan pengurus pesantren tersebut kepada Dadan Hindayana agar dapat berkoordinasi lebih lanjut terkait proses administrasi program.

"Nah kemudian minta dikenalkan dengan Pak Dadan. Saya sampaikan ke Pak Dadan ini ada pesantren yang sudah siap, sudah ditentukan, secara administrasi sudah siap," kata dia.

Namun, Dudung menegaskan dirinya tidak lagi terlibat setelah mempertemukan kedua pihak. Ia menyebut komunikasi selanjutnya dilakukan langsung antara pengurus pesantren dan pihak BGN melalui stafnya.

"Silakan Pak nanti hubungi Pak Arif Nurahman, staf saya. Akhirnya silakan mereka berhubungan. Mereka berhubungan, saya sudah tidak mengerti apa-apa," tuturnya.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrahman  <b>(NTVnews)</b> Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrahman (NTVnews)

Dudung mengaku sempat menanyakan perkembangan usulan tersebut kepada Dadan Hindayana saat berkunjung beberapa pekan lalu.

Dari informasi yang diterimanya, proses pembangunan dapur di pesantren tersebut bahkan belum berjalan.

"Waktu Pak Dadan ke sini beberapa minggu yang lalu, saya tanya Pak Dadan gimana itu? Rupanya sampai sekarang prosesnya pun belum selesai, bangunnya dapurnya pun belum terbangun," ujarnya.

Karena menjadi pihak yang mengenalkan pengurus pesantren kepada Dadan, Dudung menduga muncul anggapan seolah-olah dapur tersebut merupakan miliknya.

"Cuma karena saya yang minta tolong kepada Pak Dadan itulah yang kemudian akhirnya bunyi seakan-akan Pak Dudung punya dapur," katanya.

x|close