Tersentuh Kritik Keras PDI-P, Prabowo: Penting bagi Demokrasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mei 2026, 12:48
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo  Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro Presiden Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro (Youtube TVR Parlemen)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengaku kerap merasa sedih ketika menerima kritik tajam dari kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang saat ini berada di luar pemerintahan. Hal itu disampaikan Prabowo dalam rapat paripurna DPR RI terkait penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF), Rabu, 20 Mei 2026

“Kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDI-P ini kadang-kadang kritiknya keras banget itu,” ujar Prabowo yang disambut gelak tawa para peserta sidang di Gedung DPR RI.

Meski demikian, Prabowo menilai kritik dari PDI-P merupakan bagian penting dari fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Menurutnya, masukan yang keras sekalipun tetap memiliki nilai positif.

“Tapi saya sadar lama-lama sebetulnya mungkin ada dasarnya, iya kan? Ada pepatah yang mengatakan kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka dikasih peringatan, tapi sebenarnya dia menyelamatkan kita, Saudara-saudara sekalian,” kata dia.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menyampaikan penghormatan terhadap keputusan PDI-P untuk tidak bergabung dalam kabinet. Ia menilai keberadaan oposisi penting demi menjaga keseimbangan dan kualitas demokrasi.

“Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah dan saya hormati dan saya hargai itu. Demokrasi kita perlu check and balances. Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah,” ucap Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Penyebab Gaji Guru dan ASN Rendah

Ia bahkan mengapresiasi kontribusi PDI-P terhadap demokrasi Indonesia.

“Sebenarnya saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDI-P. Saudara berjasa untuk demokrasi kita,” tuturnya.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku memiliki keinginan agar seluruh partai politik dapat bersatu dalam semangat gotong royong di pemerintahan. Namun, ia menyadari bahwa kritik dan pengawasan tetap dibutuhkan.

“Memang maunya saya itu gotong royong. Kalau semua partai di pemerintah, alangkah manisnya. Alangkah manisnya untuk saya, tapi mungkin tidak baik. Setiap pemimpin harus mau dikritik. Setiap eksekutif harus diawasi,” katanya.

Presiden Prabowo  Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro  <b>(Youtube TVR Parlemen)</b> Presiden Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro (Youtube TVR Parlemen)

Prabowo juga menyinggung hubungannya dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Ia mengungkapkan bahwa Megawati pernah membantunya di bidang ekonomi ketika dirinya belum menjabat sebagai presiden.

“Waktu saya enggak berkuasa Ibu Mega juga bantu saya di bidang ekonomi,” ujar Prabowo.

Ia pun mengaku meneladani sikap Megawati dalam menentukan pemenang proyek pemerintah tanpa mempertimbangkan latar belakang politik.

“Saya sekarang mengikuti contoh beliau. Saya sekarang presiden tidak boleh kita lihat latar belakang politik kalau dia benar, dia menang dengan benar harus kita berikan,” kata Prabowo.

x|close