Pemerintah Pastikan Perlindungan WNI yang Ditangkap Israel dalam Misi Global Sumud Flotilla

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mei 2026, 17:16
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menjawab pertanyaan pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (ANTARA/Fath Putra Mulya) Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menjawab pertanyaan pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (ANTARA/Fath Putra Mulya) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa negara menjamin keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh Israel ketika mengikuti pelayaran menuju Gaza, Palestina, dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF).

"Percayalah bahwa negara pasti hadir dan bertanggung jawab terhadap keselamatan warga negara kita di yang di luar negeri," kata Supratman saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 026.

Kementerian Hukum, yang memiliki kewenangan dalam urusan kewarganegaraan, turut terlibat dalam upaya perlindungan tersebut dengan berkoordinasi bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

Supratman juga menyebut bahwa perlindungan negara tidak hanya diberikan kepada WNI yang ditangkap oleh Israel, tetapi juga kepada awak kapal MT Honour 25 yang menjadi korban pembajakan di Somalia.

"Sekali lagi, pemerintah di bawah pemerintahan Bapak Presiden lewat Kementerian Luar Negeri, terutama, dan kementerian-kementerian terkait pasti akan melakukan upaya yang sama dan terkoordinasi. Tentu dengan Bapak Menlu nanti akan kita koordinasi," tuturnya.

Baca Juga: PBB Sangat Prihatin atas Keselamatan Aktivis Global Sumud Flotilla yang Disergap Israel

Kemlu pada Rabu mengonfirmasi bahwa jumlah WNI yang ditahan oleh pasukan Israel mencapai sembilan orang.

Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya merupakan wartawan media nasional yang sedang menjalankan tugas jurnalistik, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan koordinasi dengan perwakilan RI di kawasan Timur Tengah serta sejumlah negara sahabat yang juga memiliki warga negara dalam rombongan Global Sumud Flotilla.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan para WNI yang dilaporkan ditangkap dalam insiden penyergapan konvoi bantuan menuju Gaza.

Baca Juga: Identitas 9 WNI yang Ditangkap Israel Saat Jalankan Misi Kemanusiaan ke Gaza

"Kami meminta tolong kepada rekan-rekan kita, pertama, (negara) yang warga negaranya mengalami nasib serupa, kemudian dengan rekan-rekan kita di Yordania dan Turki," kata Sugiono saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Selain kasus tersebut, kapal MT Honour 25 diketahui dibajak pada 22 April 2026 di perairan sekitar Hafun, Somalia. Kemlu menyebut seluruh WNI yang menjadi korban dalam kondisi aman, kebutuhan logistik tercukupi, dan gaji tetap dibayarkan.

Kemlu juga menegaskan dalam pernyataan resmi bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri untuk menangani kasus pembajakan tersebut secara berkelanjutan.

(Sumber: Antara)

x|close