Menlu Ungkap RI Lakukan Negosiasi Langsung dengan Pembajak ABK WNI di Somalia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mei 2026, 22:15
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri RI Sugiono di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. Menteri Luar Negeri RI Sugiono di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengungkapkan pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi secara intensif dengan berbagai pihak untuk menyelamatkan empat warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) yang disandera di Somalia, termasuk menjalin kontak langsung dengan kelompok pembajak.

"Kami sudah melakukan komunikasi, termasuk langsung dengan pembajaknya," kata Sugiono usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Dalam proses negosiasi tersebut, Kementerian Luar Negeri melibatkan sejumlah perwakilan RI di luar negeri, di antaranya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Nairobi di Kenya, KBRI Islamabad, serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Karachi di Pakistan. Langkah itu dilakukan guna memperkuat upaya penyelamatan dan memastikan keamanan para WNI yang bekerja sebagai awak kapal MT Honour 25.

Pemerintah Indonesia berharap berbagai langkah diplomasi dan komunikasi yang dijalankan dapat menghasilkan pembebasan para korban pembajakan dalam kondisi selamat.

Sebelumnya, pada 30 April 2026, Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah menyampaikan bahwa empat WNI korban pembajakan kapal MT Honour 25 di Somalia berada dalam keadaan baik, meski proses penanganan kasus masih terus berjalan.

Kapal tersebut diketahui diawaki oleh empat WNI, 10 warga Pakistan, satu warga India, dan satu warga Myanmar. Empat WNI yang menjadi korban pembajakan berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Selain fokus pada upaya pembebasan, Kemlu juga memastikan kebutuhan logistik para ABK yang disandera tetap terpenuhi. Pemerintah turut mengupayakan agar hak para pekerja, termasuk pembayaran gaji oleh perusahaan pemberi kerja, tetap berjalan.

Koordinasi intensif juga terus dilakukan dengan sejumlah pihak di Somalia terkait insiden pembajakan yang terjadi pada 22 April di wilayah perairan dekat Hafun, Somalia bagian timur laut.

Penanganan kasus tersebut melibatkan otoritas setempat, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha terkait, dengan prioritas utama menjaga keselamatan seluruh awak kapal.

Heni juga memastikan pemerintah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak di dalam negeri untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

(Sumber: Antara)

x|close