Pentagon Kurangi Pasukan AS di Eropa, Apa Alasannya?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Mei 2026, 07:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Logo Pentagon, markas pertahanan Amerika Serikat Logo Pentagon, markas pertahanan Amerika Serikat ((Antara))

Ntvnews.id, Jakarta - Pentagon mengumumkan rencana pengurangan jumlah Brigade Combat Team (BCT) Angkatan Darat Amerika Serikat yang ditempatkan di kawasan Eropa.

DIlansir dari AFP, Kamis, 21 Mei 2026, Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari "proses komprehensif berlapis" yang bertujuan menata ulang kekuatan militer AS di Eropa.

Berdasarkan laporan Kongres AS, satu Brigade Combat Team diketahui terdiri dari sekitar 4.000 hingga 4.700 personel militer.

Sean menjelaskan bahwa langkah ini akan mengembalikan jumlah tentara AS di Eropa ke tingkat seperti pada 2021. Sebelumnya, Washington menambah pasukan di kawasan tersebut setelah Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada 2022.

Kebijakan pengurangan pasukan ini dinilai sejalan dengan pendekatan Presiden Donald Trump terhadap Eropa.

Sejak kembali ke Gedung Putih tahun lalu, Trump berulang kali meminta negara-negara Eropa untuk mengambil tanggung jawab lebih besar dalam menjaga keamanan kawasan mereka sendiri, tanpa terus bergantung pada Amerika Serikat.

Baca Juga: AS Minta Anak Diplomat Rusia Diberi Kewarganegaraan Amerika

Isu tersebut semakin mencuat setelah hubungan trans-Atlantik mengalami ketegangan, terutama usai Trump mencoba mengambil alih Greenland, wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark.

Sean mengatakan kebijakan pengurangan pasukan itu "dirancang untuk mendorong agenda America First Presiden Trump di Eropa dan kawasan lainnya, termasuk dengan mendorong sekaligus memungkinkan sekutu NATO mengambil tanggung jawab utama atas pertahanan konvensional Eropa."

Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengungkapkan bahwa penempatan pasukan AS ke Polandia untuk sementara ditunda.

Sean turut mengonfirmasi adanya "penundaan sementara" tersebut yang berkaitan dengan pengurangan brigade tempur AS di Eropa.

Arsip foto - Bendera Uni Eropa terlihat di depan kantor pusat Komisi Eropa di Brussels, Belgia 23 Mei 2025. ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe/aa. <b>(Antara)</b> Arsip foto - Bendera Uni Eropa terlihat di depan kantor pusat Komisi Eropa di Brussels, Belgia 23 Mei 2025. ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe/aa. (Antara)

"Departemen akan menentukan keputusan akhir mengenai penempatan pasukan ini dan kekuatan AS lainnya di Eropa berdasarkan analisis lanjutan terhadap kebutuhan strategis dan operasional Amerika Serikat, serta kemampuan sekutu kami untuk ikut berkontribusi dalam pertahanan Eropa," kata Sean.

Pada awal Mei lalu, Pentagon juga mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara dari Jerman. Kebijakan itu muncul setelah ketegangan antara Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz, yang mengkritik perang AS terhadap Iran dan menyebut Washington sedang "dipermalukan" dalam negosiasi dengan Teheran.

Komandan militer tertinggi AS di Eropa menjelaskan sebagian besar pasukan yang ditarik berasal dari brigade lapis baja yang sebelumnya tengah dipersiapkan untuk ditempatkan di Polandia, bukan dari personel yang telah bertugas di Polandia maupun Jerman.

x|close