Ntvnews.id, Jakarta - Kecaman dunia internasional mengalir terhadap Israel setelah beredarnya video yang diunggah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang memperlihatkan para aktivis Global Sumud Flotilla ditahan dalam posisi berlutut dengan tangan terikat.
Video tersebut memicu kemarahan sejumlah negara yang menilai perlakuan terhadap para aktivis armada bantuan menuju Gaza itu telah melanggar martabat manusia. Beberapa negara bahkan langsung memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes resmi.
Dilansir Al Jazeera, dalam video yang diunggah Ben-Gvir, para aktivis terlihat berlutut dengan dahi menyentuh lantai dan tangan terikat tali. Unggahan itu juga disertai tulisan 'Selamat datang di Israel', sementara lagu kebangsaan Israel diputar di latar belakang. Terlihat pula seorang aktivis memegang paspor di tangannya.
Kecaman keras datang dari Italia. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyebut gambar-gambar dalam video tersebut tidak dapat diterima karena merendahkan martabat manusia.
Baca Juga: Australia Panggil Dubes Israel Usai Video Aktivis Flotilla Dipaksa Berlutut dan Tangan Diikat
"Gambar-gambar Menteri Israel Ben Gvir tidak dapat diterima. Tidak dapat diterima bahwa para pengunjuk rasa ini, termasuk banyak warga negara Italia, diperlakukan dengan cara yang melanggar martabat manusia mereka," kata Meloni dalam pernyataan di X.
Prancis juga mengecam tindakan tersebut. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyebut perlakuan terhadap para aktivis sebagai tindakan yang "tidak dapat diterima".
Barrot juga mendesak agar warga negara Prancis yang ikut dalam Global Sumud Flotilla segera dibebaskan.
Kecaman serupa disampaikan Kanada. Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menyatakan insiden itu sangat mengkhawatirkan dan menegaskan Ottawa akan memanggil duta besar Israel terkait peristiwa tersebut.
"Ini adalah masalah yang kami tangani dengan sangat, sangat serius. Ini adalah masalah perlakuan manusiawi terhadap warga sipil, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami bertindak dengan sangat mendesak," katanya kepada wartawan.
Australia turut mengambil langkah diplomatik terhadap Israel. Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, mengaku telah memerintahkan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) untuk memanggil Duta Besar Israel.
Baca Juga: Kemenpar Pasang 136 Mooring Buoy demi Lindungi Raja Ampat
"Saya juga telah menginstruksikan DFAT (Departemen Luar Negeri dan Perdagangan) untuk memanggil Duta Besar Israel untuk Australia untuk memperkuat pesan ini," kata Wong melalui akun X.
Wong menilai video yang diunggah Ben-Gvir sangat mengejutkan dan tidak dapat diterima. Australia juga mengutuk tindakan yang dianggap merendahkan martabat para tahanan tersebut.
"Gambar-gambar yang kami lihat diunggah oleh Menteri Israel Ben-Gvir, yang telah dikenai sanksi oleh Australia, sangat mengejutkan dan tidak dapat diterima," kata Wong.
"Kami mengutuk tindakannya dan tindakan merendahkan martabat yang dilakukan oleh otoritas Israel terhadap mereka yang ditahan," lanjutnya.
Selain mengecam Israel, Australia juga meminta pembebasan 11 warga negaranya yang ikut dalam armada kapal tersebut. Canberra meminta Israel memastikan tidak ada perlakuan buruk terhadap para tahanan dan tetap mematuhi kewajiban internasional.
Sebelumnya, para aktivis Global Sumud Flotilla ditahan setelah armada kapal yang mereka ikuti dalam perjalanan menuju Gaza dicegat dan dibawa ke Israel.
Aktivis Global Sumud Flotilla yang Ditangkap Israel (Reuters)