Ntvnews.id, Jakarta - Video aktivitas organisasi Yakuza Maneges yang menempelkan stiker di sejumlah lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Dhoho, Kota Kediri, Jawa Timur, viral di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan sejumlah anggota organisasi mendatangi lapak-lapak pedagang di pusat kota Kediri.
Dalam video yang beredar, para anggota terlihat menyapa pedagang, berbincang santai, lalu menempelkan stiker organisasi di gerobak maupun lapak PKL yang berada di sepanjang Jalan Dhoho.
Pendiri Yakuza Maneges, Den Gus Thuba atau yang dikenal sebagai DGT, kemudian memberikan penjelasan terkait aktivitas tersebut. Ia menegaskan pemasangan stiker dilakukan sebagai bentuk perkenalan organisasi sekaligus menjalin silaturahmi dengan para pedagang, bukan praktik pungutan liar.
Baca Juga: Uang Beredar RI Tembus Rp10.253 T per April 2026
"Tujuan utamanya sebagai perkenalan dan bentuk silaturahmi antara Yakuza Maneges dengan para pedagang kaki lima yang sedang berjualan. Selain itu, Jalan Dhoho merupakan ikon Kota Kediri, mengingat Yakuza Maneges terpusat di Kediri," ujar Gus Thuba, dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).
Menurut Gus Thuba, tidak ada unsur paksaan kepada pedagang dalam pemasangan stiker tersebut. Ia memastikan para pedagang bebas menolak apabila tidak ingin lapaknya ditempeli stiker organisasi.
Ia menjelaskan pemasangan stiker itu hanya menjadi bagian dari branding kawasan Jalan Dhoho yang dikenal sebagai pusat aktivitas dan ikon Kota Kediri.
Baca Juga: Dewan Pers Minta Polda Metro Koordinasi soal 2 Media yang Diproses Hukum
Selain itu, Yakuza Maneges disebut ingin membangun komunikasi dan interaksi yang lebih dekat dengan para pedagang kecil di wilayah tersebut.
"Bukan tentang penarikan (uang), justru Yakuza Maneges akan mengadakan giat sosial, seperti bagi sembako dan sebagainya, untuk seluruh pedagang di Jalan Dhoho," lanjutnya.
Organisasi Dakwah Yakuza Maneges Berdiri (Instagram)